Berjemur dan Hubungan Intim Bisa Turunkan Kolesterol? Mitos atau Fakta Medis?
![]() |
| Gambar dibuat dengan Gemini AI |
Punya kadar kolesterol tinggi seringkali menjadi momok yang menakutkan. Bayangan harus mengonsumsi obat-obatan seumur hidup atau pantang makan enak seringkali membuat kita mencari "jalan ninja" yang lebih alami dan menyenangkan.
Belakangan ini, muncul berbagai klaim unik di media sosial. Ada yang bilang rutin berjemur di bawah matahari pagi bisa "melelehkan" kolesterol. Ada juga yang lebih ekstrem menyebut bahwa rutin berhubungan intim dengan pasangan bisa menjadi solusi menurunkan lemak darah.
Namun, apakah klaim-klaim ini didukung oleh bukti empiris atau hanya sekadar bumbu obrolan di meja makan? Mari kita bedah faktanya satu per satu agar Anda tidak salah kaprah!
Matahari: Pabrik Vitamin D yang "Memakan" Kolesterol
Secara biologis, hubungan antara sinar matahari dan kolesterol memang sangat erat. Tubuh kita adalah mesin yang sangat cerdas. Di bawah kulit kita, terdapat sejenis bahan baku bernama 7-dehydrocholesterol.
Ketika kulit Anda terpapar sinar matahari (khususnya sinar UVB), bahan baku ini akan diubah oleh tubuh menjadi Vitamin D3. Menariknya, bahan baku tersebut adalah salah satu bentuk kolesterol. Secara teori, semakin banyak tubuh memproduksi Vitamin D dari sinar matahari, semakin banyak pula "stok" kolesterol di bawah kulit yang terpakai.
Apa Kata Penelitian?
Beberapa bukti empiris menunjukkan bahwa masyarakat di daerah tropis yang sering beraktivitas di luar ruangan cenderung memiliki profil lemak yang lebih stabil. Bahkan, sebuah studi menunjukkan bahwa kadar kolesterol orang-orang di negara empat musim biasanya lebih rendah di musim panas dibandingkan musim dingin. Hal ini memperkuat dugaan bahwa matahari membantu metabolisme lemak.
Namun, ada tapinya! Para ahli mengingatkan bahwa jumlah kolesterol yang "terbakar" untuk menjadi Vitamin D di kulit ini jumlahnya sangat kecil jika dibandingkan dengan total kolesterol yang diproduksi oleh hati (liver). Jadi, berjemur memang sehat, tapi jangan harap kolesterol Anda turun drastis hanya dengan berdiam diri di bawah matahari tanpa mengubah pola makan.
Seks Sebagai "Olahraga": Benarkah Bisa Turunkan Lemak?
Lalu, bagaimana dengan klaim berhubungan intim? Logikanya serupa dengan berjemur. Kolesterol adalah bahan baku utama untuk memproduksi hormon steroid, termasuk hormon seks seperti testosteron dan estrogen. Selain itu, aktivitas seksual dianggap sebagai bentuk aktivitas fisik yang membakar kalori.
Bantahan Para Ahli
Meskipun terdengar menyenangkan, para dokter memberikan catatan kritis:
Pembakaran Kalori: Berhubungan intim selama 20–30 menit rata-rata hanya membakar sekitar 80–100 kalori. Jumlah ini setara dengan hanya berjalan santai selama beberapa menit atau makan selembar roti tawar. Untuk menurunkan kolesterol, tubuh membutuhkan aktivitas aerobik (seperti lari atau renang) yang konsisten membakar kalori lebih besar.
Korelasi Terbalik: Banyak orang sehat yang aktif secara seksual memiliki kolesterol rendah. Namun, para ahli berpendapat bahwa bukan seksnya yang menurunkan kolesterol, melainkan orang yang jantung dan pembuluh darahnya sehat (kolesterol rendah) memang memiliki stamina dan libido yang lebih baik untuk melakukan aktivitas tersebut.
Mengapa Kita Tidak Bisa Hanya Mengandalkan Dua Hal Ini?
Para ilmuwan dan dokter seringkali membantah jika kedua hal di atas dijadikan "obat utama" kolesterol.
Ada beberapa alasan kuat:
- Pabrik Internal: Sekitar 80% kolesterol dalam tubuh kita diproduksi oleh hati secara genetik, bukan hanya dari makanan atau cadangan di kulit. Paparan matahari dan aktivitas seksual tidak berpengaruh langsung pada "pabrik" utama ini.
- Risiko Sampingan: Terlalu lama berjemur demi mengejar penurunan kolesterol malah bisa merusak kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit akibat radiasi UV yang berlebihan.
- Signifikansi Klinis: Penurunan angka kolesterol yang dihasilkan dari berjemur atau seks seringkali terlalu kecil untuk dianggap bermakna secara medis bagi pasien yang sudah masuk kategori kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia).
Tips Bijak Mengelola Kolesterol
Jadi, apa kesimpulannya? Berjemur dan menjaga keharmonisan hubungan dengan pasangan tetaplah penting untuk kesehatan mental dan fisik secara umum. Namun, untuk benar-benar menaklukkan kolesterol, Anda tetap harus kembali ke dasar:
- Pola Makan Serat Tinggi: Konsumsi buah, sayur, dan gandum yang bisa mengikat kolesterol di usus dan membuangnya dari tubuh.
- Olahraga Terukur: Lakukan jalan cepat, bersepeda, atau berenang minimal 30 menit sehari, 5 kali seminggu. Ini jauh lebih efektif daripada mengandalkan aktivitas lain yang intensitasnya tidak stabil.
- Cek Rutin: Jangan hanya mengandalkan perasaan. Cek darah secara berkala untuk mengetahui angka pasti kolesterol Anda.
Berjemur dan berhubungan intim adalah bumbu pelengkap hidup sehat, tapi bukan pengganti gaya hidup disiplin. Jadi, tetaplah aktif, nikmati matahari pagi secukupnya, dan jangan lupa jaga piring makan Anda!

Leave a Comment