Mitos atau Fakta: Benarkah Kita Harus Minum 8 Gelas Sehari?
![]() |
| Gambar dibuat dengan Gemini AI |
Sejak kecil, kita sering dicekoki nasihat: "Minum minimal 8 gelas air putih sehari kalau mau sehat!" Aturan ini seolah sudah menjadi hukum alam yang tidak boleh dilanggar. Tapi, pernahkah Anda bertanya-tanya, dari mana angka "8" itu muncul? Apakah setiap orang—baik atlet maraton maupun orang yang duduk di kantor seharian—punya kebutuhan air yang sama persis?
Mari kita bedah faktanya!
Asal-Usul Angka 8 Gelas
Banyak ahli percaya aturan ini berasal dari rekomendasi tahun 1945 oleh Food and Nutrition Board di Amerika Serikat. Saat itu, mereka menyarankan konsumsi 2,5 liter air per hari. Namun, bagian penting yang sering terlupakan adalah kalimat lanjutannya: "Sebagian besar jumlah ini terkandung dalam makanan yang kita makan."
Jadi, Mitos atau Fakta?
Jawabannya adalah: Mitos (jika dianggap sebagai angka mati).
Kebutuhan air setiap orang itu bersifat sangat personal. Berikut adalah alasan mengapa angka 8 tidak bisa dipukul rata:
- Makanan Juga Mengandung Air: Sekitar 20% asupan cairan kita berasal dari makanan (seperti buah semangka, sup, atau sayuran).
- Aktivitas Fisik: Orang yang berolahraga tentu butuh lebih banyak air daripada yang hanya duduk santai.
- Cuaca dan Lingkungan: Jika Anda tinggal di daerah tropis yang panas seperti Indonesia, kebutuhan cairan Anda pasti lebih tinggi.
- Kondisi Kesehatan: Ibu hamil atau menyusui membutuhkan asupan cairan ekstra.
Bagaimana Cara Mengetahui Kita Sudah Cukup Minum?
Daripada sibuk menghitung gelas, para ahli menyarankan dua cara paling mudah untuk mengecek hidrasi Anda:
- Dengarkan Rasa Haus: Tubuh kita punya alarm alami. Jika merasa haus, segera minum.
- Cek Warna Urin: Ini adalah indikator paling jujur. Jika urin berwarna kuning pucat atau bening, Anda aman. Jika berwarna kuning pekat atau seperti teh, itu tandanya Anda butuh air segera!
Bahaya Minum Terlalu Banyak
Percaya atau tidak, minum air berlebihan secara ekstrem juga berbahaya. Kondisi ini disebut hiponatremia, di mana kadar natrium dalam darah menjadi terlalu rendah karena "kebanjiran" air. Jadi, kuncinya adalah keseimbangan.
Jadi angka 8 gelas sehari adalah panduan praktis yang baik, tapi bukan aturan medis yang kaku. Yang terpenting adalah memenuhi kebutuhan cairan sesuai kebutuhan tubuh masing-masing. Jangan menunggu haus, tapi jangan juga memaksa minum jika perut sudah terasa penuh.
Referensi
Harvard Health –
BBC Future –

Leave a Comment