Sinergi Intelektual: Menjelajahi Hubungan Dialektis antara Teori dan Riset Keperawatan
Dalam dunia akademik keperawatan, teori dan riset sering kali diajarkan sebagai dua entitas yang terpisah. Namun, Hugh McKenna dalam Bab 7 bukunya yang berjudul "Theory and research: the relationship", menegaskan bahwa keduanya adalah dua sisi dari koin yang sama. Tanpa riset, teori hanyalah spekulasi filosofis; dan tanpa teori, riset hanyalah pengumpulan data tanpa makna. Artikel ini akan merangkum pemikiran McKenna mengenai bagaimana kedua elemen ini saling memperkuat untuk memajukan disiplin ilmu keperawatan.
Siklus Pengetahuan
Teori sebagai Produk dan Penggerak Riset McKenna menjelaskan bahwa hubungan antara teori dan riset bersifat sirkular. Di satu sisi, riset berfungsi untuk menghasilkan teori (theory-generating research). Melalui observasi sistematis terhadap praktik klinis, peneliti dapat menemukan pola yang kemudian diabstraksikan menjadi teori baru. Di sisi lain, teori berfungsi untuk menguji riset (theory-testing research). Dalam konteks ini, teori memberikan hipotesis yang perlu dibuktikan validitasnya di lapangan melalui metode ilmiah yang ketat.
Empat Strategi Hubungan Teori-Riset menurut McKenna
Dalam bab ini, McKenna menguraikan empat cara utama bagaimana teori dan riset berinteraksi:
- Theory-Generating Research (TGR): Riset yang dilakukan untuk menemukan teori baru, biasanya menggunakan pendekatan kualitatif seperti Grounded Theory.
- Theory-Testing Research (TTR): Riset yang bertujuan untuk menguji kebenaran suatu teori yang sudah ada, biasanya menggunakan pendekatan kuantitatif dan eksperimental.
- Theory-Framed Research (TFR): Riset di mana teori digunakan sebagai kerangka kerja atau kacamata untuk memahami masalah penelitian tertentu.
- Theory-Evaluating Research (TER): Riset yang secara spesifik dirancang untuk mengevaluasi kegunaan dan efektivitas suatu teori saat diterapkan dalam asuhan pasien.
Menghapus Dikotomi Kualitatif dan Kuantitatif
McKenna memberikan perspektif yang menarik bahwa perdebatan antara metode kualitatif dan kuantitatif seharusnya tidak menghalangi pengembangan teori. Ia berargumen bahwa riset keperawatan yang kuat memerlukan fleksibilitas metodologis. Teori besar (Grand Theories) mungkin memerlukan pendekatan kualitatif untuk memahami konsepnya yang abstrak, sementara teori rentang menengah (Middle-Range Theories) sering kali lebih cocok diuji dengan metode kuantitatif untuk melihat efektivitas klinisnya.
Pentingnya Validasi Empiris bagi Profesionalisme
Artikel ini menggarisbawahi poin McKenna bahwa validasi teori melalui riset adalah syarat mutlak bagi keperawatan untuk diakui sebagai sains yang matang. Teori yang telah teruji secara riset memberikan "bukti" (evidence) yang menjadi dasar bagi Evidence-Based Practice (EBP). Dengan demikian, hubungan antara teori dan riset bukan hanya masalah akademis, tetapi masalah keselamatan pasien dan akuntabilitas profesional.
Buku McKenna ini mengingatkan kita bahwa kemajuan ilmu keperawatan bergantung pada integrasi yang harmonis antara pemikiran teoretis dan penyelidikan empiris. Perawat peneliti tidak boleh bekerja dalam isolasi teoretis, dan teoritikus tidak boleh mengabaikan temuan riset terbaru. Sinergi antara keduanya memastikan bahwa keperawatan terus berkembang sebagai disiplin ilmu yang dinamis, relevan, dan berbasis bukti yang kokoh.
Leave a Comment