ISPA (Infeksi saluran Pernafasan Akut) Bagian Atas

 

Created by Gemini AI

ISPA kepanjangan dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Dalam bahasa Inggris, penyakit ini disebut Acute Respiratory Infection (ARI). Berdasarkan lokasinya, ISPA dibagi menjadi 2 yaitu ISPA bagian atas dan bawah. Termasuk dalam ISPA bagian atas adalah pilek, batuk ringan, sakit tenggorokan, atau sinusitis. Adapun jika infeksi sudah masuk ke dalam paru-paru seperti pada kasus bronkitis atau pneumonia, maka termasuk ISPA bagian bawah. Fokus artikel ini adalah ISPA bagian atas.

ISPA merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dijumpai di masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa (Sombuk & Astiarani, 2024). Di Indonesia, ISPA menjadi keluhan utama di berbagai fasilitas kesehatan karena sifatnya yang sangat mudah menular. Secara umum, infeksi ini menyerang komponen saluran pernapasan bagian atas yang meliputi hidung, sinus, tenggorokan (faring), dan kotak suara (laring).

Meskipun sering dianggap sebagai penyakit ringan yang bisa sembuh sendiri (self-limiting disease), penanganan yang tidak tepat atau pengabaian gejala dapat menyebabkan infeksi ini menyebar dan berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan bagian bawah yang lebih serius (Herminayu, 2020).

Apa Saja Penyakit yang Termasuk ISPA Bagian Atas?

ISPA bagian atas sebenarnya adalah payung dari berbagai jenis infeksi spesifik, antara lain:

  1. Common Cold (Batuk Pilek Biasa): Infeksi paling umum yang menyerang hidung dan tenggorokan.
  2. Faringitis: Peradangan pada tenggorokan yang menyebabkan nyeri saat menelan.
  3. Sinusitis: Infeksi atau peradangan pada dinding sinus.
  4. Laringitis: Peradangan pada pita suara yang membuat suara menjadi serak.

Gejala dan Penyebab Utama

Gejala ISPA atas biasanya muncul secara cepat dalam rentang waktu beberapa jam hingga beberapa hari setelah terpapar patogen (Romadlanti dkk., 2023). Gejala yang paling sering dikeluhkan meliputi batuk, hidung tersumbat atau beringus, sakit tenggorokan, sakit kepala, hingga demam (Afdhal dkk., 2025).

Sebagian besar kasus ISPA disebabkan oleh virus seperti Rhinovirus, Coronavirus, dan Influenza (Fauziyah & Yuliastri, 2023; Tuloli dkk., 2024). Karena penyebab utamanya adalah virus, penyakit ini sebenarnya tidak merespons terhadap antibiotik dan umumnya dapat membaik seiring meningkatnya daya tahan tubuh pasien.

Penatalaksanaan dan Pengobatan ISPA Atas

Penatalaksanaan ISPA atas dibagi menjadi dua pendekatan utama, yaitu terapi medis (farmakologi) dan terapi mandiri di rumah (non-farmakologi):

1. Terapi Farmakologi (Obat-obatan)

Pengobatan medis pada ISPA atas lebih fokus untuk meredakan gejala yang mengganggu (terapi simptomatik) dan mendukung pemulihan tubuh (Pasaribu & Sanggel, 2024):

Pereda Demam dan Nyeri: Penggunaan obat seperti Paracetamol atau Ibuprofen efektif untuk menurunkan demam dan mengurangi nyeri tenggorokan atau sakit kepala.

Obat Suportif: Pemberian vitamin (seperti Vitamin C dan B-Complex) serta obat batuk/pilek sesuai gejala yang dialami pasien.

Bijak Menggunakan Antibiotik: Antibiotik tidak boleh digunakan secara sembarangan. Pasien ringan tidak memerlukan antibiotik karena virus tidak bisa mati oleh antibiotik (Tuloli dkk., 2024). Antibiotik hanya diberikan oleh dokter jika terbukti ada infeksi sekunder akibat bakteri, seperti pada kasus faringitis bakterial tertentu (Fauziyah & Yuliastri, 2023).

2. Terapi Non-Farmakologi (Mandiri di Rumah)

Selain obat-obatan, perawatan mandiri memegang peran penting dalam mempercepat kesembuhan:

Istirahat dan Cairan yang Cukup: Membantu sistem imun bekerja optimal melawan virus.

Terapi Inhalasi/Uap Sederhana: Menghirup uap air panas yang ditetesi minyak kayu putih terbukti efektif membantu melonggarkan jalan napas dan mengatasi hidung tersumbat (Dewi & Oktavia, 2021; Hapipah & Istianah, 2023).

Latihan Batuk Efektif: Bagi pasien yang mengalami penumpukan dahak, latihan batuk efektif dapat membantu mempermudah pengeluaran dahak secara aman (Afdhal dkk., 2025).

Jika gejala ISPA atas tidak kunjung membaik setelah 14 hari, atau muncul tanda-tanda bahaya seperti sesak napas dan demam tinggi yang menetap, segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Daftar Pustaka

  1. Afdhal, F., Rimbawati, Y., & Penulis lainnya. (2025). Penerapan latihan batuk efektif pada anak infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dengan masalah ketidakfektifan bersihan jalan napas. Jurnal'Aisyiyah, 1-10. 
  2. Dewi, S. U., & Oktavia, D. V. (2021). Penerapan terapi inhalasi sederhana dalam peningkatan bersihan jalan napas pada anak dengan ISPA. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 5(2). 
  3. Fauziyah, I. A., & Yuliastri, W. O. (2023). Evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien ISPA rawat jalan di puskesmas mata kota kendari periode januari-april 2022. Jurnal Pharmacia, 1-10. 
  4. Hapipah, H., & Istianah, I. (2023). Edukasi pemberian terapi uap sederhana untuk bersihan jalan napas tidak efektif pada ISPA. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 5(3). 
  5. Herminayu, P. (2020). Profil terapi kasus infeksi saluran pernapasan akut pada pasien rawat jalan di Klinik Mitra Husada (Karya Tulis Ilmiah, Politeknik Kesehatan Putra Indonesia Malang). Repository Poltekkes PIM. 
  6. Pasaribu, E., & Sanggel, M. J. (2024). Gambaran peresepan obat antibiotik dan obat suportif pada pasien rawat jalan infeksi saluran pernapasan akut di Puskesmas Klasaman, Kota Sorong, Tahun 2023. Kisi Berkelanjutan: Sains Medis, 1-10. 
  7. Romadlanti, N., Dwi, N., & Nurfitria, S. (2023). Edukasi infeksi saluran pernapasan atas di Posyandu Margosari. Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(4). 
  8. Sombuk, C. R. K., & Astiarani, Y. (2024). Profil pengobatan infeksi saluran napas atas akut (ISPA) dan hubungannya dengan kunjungan ulang pasien. Jurnal Ilmu Kesehatan, 12(1). 
  9. Tuloli, T. S., Akuba, J., & Djuwarno, E. N. (2024). Profil penggunaan obat antibiotik pada penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Puskesmas Kabupaten Gorontalo. Jurnal Syifa Sciences and Clinical Research, 6(1). 

No comments

Abi. Powered by Blogger.