Teori Keragaman dan Kesemestaan Asuhan Budaya
| Kerangka Konsep Model Matahari Terbit Leininger |
Tujuan utama dari teori ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan yang selaras dengan budaya (culturally congruent care) agar dapat membantu proses penyembuhan, menjaga kesehatan, atau mendampingi pasien menghadapi kematian dengan bermartabat.
Berikut adalah penjelasan detail mengenai komponen-componen yang ada dalam model Sunrise Enabler tersebut, mengalir dari lapisan atas (makro) hingga ke tindakan keperawatan di lapisan bawah (mikro):
1. Tingkat Atas: Worldview & Cultural Social Structure Dimensions
Bagian berbentuk setengah lingkaran menyerupai matahari terbit ini menggambarkan bagaimana cara pandang dunia (worldview) dan berbagai dimensi struktur sosial budaya memengaruhi ekspresi asuhan kesehatan seseorang.
Faktor-faktor ini saling berhubungan (ditandai dengan panah bolak-balik) dan terdiri dari:
- Technological Factors: Penggunaan dan persepsi masyarakat terhadap teknologi kesehatan.
- Religious & Philosophical Factors: Keyakinan spiritual, agama, dan pandangan hidup yang memengaruhi arti sehat/sakit.
- Kinship & Social Factors: Struktur keluarga, peran sosial, dan sistem dukungan komunitas.
- Cultural Values, Beliefs, & Lifeways: Nilai-nilai inti, kepercayaan, dan kebiasaan sehari-hari yang dianut suatu budaya.
- Political & Legal Factors: Kebijakan pemerintah, hukum, dan aturan yang memengaruhi akses serta hak kesehatan.
- Economic Factors: Kondisi finansial, biaya perawatan, dan kemampuan ekonomi pasien/komunitas.
- Educational Factors: Tingkat pendidikan resmi maupun informal yang memengaruhi pemahaman tentang kesehatan.
Di bagian tengah lingkaran dalam, terdapat Environmental Context, Language, & Ethnohistory. Hal ini menegaskan bahwa faktor lingkungan tempat tinggal, bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi, serta sejarah masa lalu suatu suku/budaya sangat memengaruhi semua dimensi di atas.
2. Tingkat Menengah: Fokus Pengaruh (Influences)
Semua faktor struktur sosial di atas mengalir ke bawah dan memengaruhi:
- Care Expressions, Patterns, & Practices: Bagaimana sebuah budaya mengekspresikan rasa peduli dan merawat anggota keluarganya yang sakit.
- Holistic Health / Illness / Death: Pandangan menyeluruh mereka mengenai apa itu sehat, bagaimana menyikapi sakit, hingga ritual menghadapi kematian.
Semua pengaruh ini berfokus pada Individu, Keluarga, Kelompok, Komunitas, atau Institusi dalam berbagai konteks kesehatan yang beragam.
3. Tingkat Sistem Perawatan: Generic, Nursing, & Professional Care
- Generic (Folk) Care: Sistem perawatan tradisional/pribumi yang berbasis pada pengetahuan lokal, obat herbal, atau penyembuh tradisional (dukun/tetua adat).
- Professional Care-Cure Practices: Sistem perawatan modern formal yang dipelajari di institusi medis/keperawatan barat.
- Nursing Care Practices: Praktik keperawatan yang berada di tengah-tengah untuk memadukan kedua sistem tersebut demi keselamatan pasien.
4. Tingkat Bawah: Keputusan & Tindakan Asuhan Budaya
- Culture Care Preservation and/or Maintenance (Pertahanan/Pemeliharaan Asuhan Budaya). Prinsip: Membantu pasien mempertahankan budaya atau kebiasaan lokalnya jika kebiasaan tersebut berdampak positif atau netral bagi kesehatan. Contoh: Membiarkan pasien mengonsumsi sup herbal tertentu dari keluarganya selama tidak berinteraksi buruk dengan obat medis.
- Culture Care Accommodation and/or Negotiation (Akomodasi/Negosiasi Asuhan Budaya). Prinsip: Membantu pasien bernegosiasi atau beradaptasi untuk meminimalkan risiko kesehatan tanpa harus membuang nilai budaya mereka.Contoh: Mengatur jadwal pemberian obat medis agar tidak bentrok dengan waktu puasa atau ibadah pasien.
- Culture Care Repatterning and/or Restructuring (Restrukturisasi/Mengubah Pola Asuhan Budaya). Prinsip: Mengubah atau mengubahsuai pola hidup pasien jika kebiasaan budidaya tersebut terbukti membahayakan kesehatan secara signifikan, namun tetap dilakukan dengan cara yang sangat menghormati pasien. Contoh: Mengubah pola makan tradisional yang sangat tinggi garam pada pasien hipertensi dengan cara mengedukasi bumbu alternatif tanpa menghilangkan komponen utama masakan adat mereka.
Kesimpulan Teori
Melalui model Sunrise Enabler ini, Leininger ingin menekankan dua hal utama:
- Diversity (Keragaman): Setiap budaya memiliki keunikan dan perbedaan tersendiri dalam mengekspresikan arti asuhan (care).
- Universality (Kesemestaan): Di samping perbedaan yang ada, ada fitur-fitur universal dari rasa kemanusiaan dan kebutuhan akan asuhan (care) yang ditemukan di semua budaya di dunia.
Tujuan akhir dari skema paling bawah pada gambar adalah tercapainya Culturally Congruent Care for Health, Wellbeing, or Dying, yaitu pelayanan kesehatan yang selaras, aman, dan memuaskan bagi kesejahteraan pasien atau dalam mengantarkan kematian yang damai.
Leave a Comment