Segudang Manfaat Kumis Kucing untuk Tubuh: Si Cantik yang Ampuh Jadi Obat
Pernahkah Anda melihat tanaman dengan bunga putih cantik yang memiliki benang sari panjang mencuat seperti kumis kucing? Tanaman ini memang populer sebagai tanaman hias di pekarangan rumah. Namun, di balik keindahannya, masyarakat Indonesia sudah sejak lama mengandalkannya sebagai salah satu tanaman obat atau jamu yang paling ampuh.
Mengenal Lebih Dekat Kumis Kucing
Kumis kucing memiliki nama ilmiah Orthosiphon aristatus (atau sering juga disebut Orthosiphon stamineus). Dalam dunia internasional, tanaman ini dikenal dengan sebutan Java Tea. Kumis kucing merupakan anggota dari keluarga Lamiaceae, yang masih satu keluarga dengan tanaman aromatik lain seperti daun mint atau kemangi.
Tanaman ini tumbuh subur di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Bagian yang paling sering dimanfaatkan untuk kesehatan adalah daunnya, baik dalam kondisi segar maupun yang sudah dikeringkan. Karena khasiatnya yang luar biasa, kumis kucing kini tidak hanya ditemukan di dapur sebagai ramuan tradisional, tetapi juga mulai dikembangkan dalam bentuk ekstrak modern dan minuman fungsional (Wijaya & Caroline, 2022).
Apa Saja Kandungan di Dalamnya?
Mengapa tanaman ini begitu berkhasiat? Jawabannya ada pada senyawa-senyawa alami yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan penelitian, daun kumis kucing kaya akan:
- Flavonoid: Senyawa antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dan peradangan (Riska, 2024).
- Saponin dan Tanin: Memiliki sifat antibakteri dan membantu sistem kekebalan tubuh.
- Kalium: Mineral yang berperan penting dalam membantu pengeluaran urine (efek diuretik).
- Asam Fenolat: Berfungsi sebagai anti-diabetes dan membantu menjaga kadar gula darah.
Segudang Manfaat untuk Kesehatan
Kandungan-kandungan di atas membuat kumis kucing efektif untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan:
- "Pembersih" Ginjal dan Pelancar Buang Air Kecil Manfaat yang paling terkenal adalah sifat diuretik-nya. Kumis kucing membantu ginjal mengeluarkan kelebihan garam dan air dari tubuh melalui urine. Hal ini sangat baik untuk mereka yang sering merasa susah buang air kecil atau ingin mencegah pembentukan batu ginjal (Cita dkk., 2024).
- Solusi Alami untuk Asam Urat Bagi penderita asam urat, kumis kucing adalah kabar baik. Kandungan flavonoid di dalamnya mampu membantu menghambat enzim yang memicu produksi asam urat berlebih, sekaligus membantu pengeluarannya dari tubuh sehingga nyeri sendi berkurang (Agatta & Putra, 2024).
- Membantu Menurunkan Gula Darah Studi literatur menunjukkan bahwa ekstrak kumis kucing dapat menjadi alternatif alami untuk membantu menjaga stabilitas kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Mellitus (Ardhita & Mierza, 2025).
- Mengontrol Tekanan Darah (Hipertensi) Dengan memperlancar pembuangan cairan tubuh, tekanan pada pembuluh darah pun akan berkurang. Inilah alasan mengapa seduhan kumis kucing sering diberikan kepada lansia yang memiliki riwayat darah tinggi.
Cara Mengolah Kumis Kucing di Rumah
Mengolah kumis kucing sangatlah mudah. Anda bisa membuatnya dalam bentuk seduhan atau rebusan. Berikut panduannya:
A. Cara Sederhana (Seduhan Daun Kering)
- Ambil sekitar 1-2 gram daun kumis kucing kering (atau sekitar satu genggam daun segar yang sudah dicuci bersih).
- Masukkan ke dalam gelas, lalu seduh dengan air panas (sekitar 150-200 ml).
- Diamkan selama 5-10 menit hingga air berubah warna.
- Saring dan minum selagi hangat. Anda bisa menambahkan sedikit madu jika ingin rasa yang lebih manis.
B. Cara Rebusan (Untuk Hasil Lebih Pekat)
- Rebus 3-5 gram daun kumis kucing dengan 2 gelas air.
- Tunggu hingga air mendidih dan tersisa sekitar 1 gelas saja.
- Minum secara rutin 1-2 kali sehari sesuai kebutuhan.
Catatan Penting
Meskipun alami, pastikan Anda mengonsumsi kumis kucing secukupnya. Bagi Anda yang memiliki kondisi medis serius atau sedang mengonsumsi obat dari dokter, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu agar tidak terjadi interaksi obat.
Daftar Pustaka
Agatta, E. W., & Putra, A. A. G. R. Y. (2024). Potensi Pemanfaatan Kandungan Flavonoid Tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus) Sebagai Agen Terapi Asam Urat. COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 3(12).
Ardhita, I., & Mierza, V. (2025). Kajian Literatur: Efektivitas Tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon Stamineus) sebagai Alternatif Obat Anti-Diabetik. Jurnal Sehat Mandiri, 20(2).
Cita, E. E., Ka'arayeno, A. J., & Cahyaningrum, I. (2024). Pemberian Seduhan Daun Kumis Kucing (Orthosiphon Aristatus) Terhadap Frekuensi Berkemih pada Lansia dengan Hipertensi. Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
Riska, I. W. (2024). Analisis Kandungan Flavonoid pada Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) di Desa Surabaya Kabupaten Lombok Timur. Biocaster: Jurnal Kajian Biologi, 4(1), 24-34.
Wijaya, C. H., & Caroline, C. (2022). Preferensi Konsumen terhadap Minuman Fungsional Berbasis Ekstrak Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) sebagai Jamu. Jurnal Mutu Pangan, 9(1), 1-9.

Leave a Comment