Pielonefritis Akut
Pendahuluan
Definisi: Pielonefritis akut adalah infeksi saluran kemih (ISK) bagian atas yang melibatkan parenkim ginjal dan pelvis renalis. Kondisi ini sering kali bersifat invasif dan dapat berkembang menjadi infeksi sistemik yang serius (Raszka & Khan, 2026; Ramakrishnan & Scheid, 2026).
Klasifikasi: Penyakit ini dapat dikategorikan menjadi pielonefritis uncomplicated (pada individu sehat non-hamil) dan complicated (terkait kehamilan, diabetes, imunokompromis, atau abnormalitas anatomi/fungsional saluran kemih).
Epidemiologi: Terdapat sekitar 250.000 kasus pielonefritis akut setiap tahunnya, yang mengakibatkan lebih dari 100.000 rawat inap. Prevalensi lebih tinggi pada wanita dibandingkan pria dengan rasio sekitar 7:3 (Ramakrishnan & Scheid, 2026; Chung et al., 2014).
Etiologi dan Faktor Risiko
Penyebab Utama: Organisme penyebab paling umum adalah Escherichia coli (ditemukan pada sebagian besar kasus), diikuti oleh patogen lain seperti Klebsiella pneumoniae, Proteus mirabilis, dan Enterococcus (Chung et al., 2014; Ramakrishnan & Scheid, 2026).
Faktor Predisposisi: Faktor risiko meliputi pengosongan kandung kemih yang tidak tuntas, adanya batu saluran kemih (urolitiasis), diabetes melitus, kehamilan, dan abnormalitas anatomi saluran kemih (Raszka & Khan, 2026; Chung et al., 2014).
Patofisiologi
Mekanisme Infeksi: Infeksi biasanya terjadi melalui jalur asenden, di mana bakteri berpindah dari uretra ke kandung kemih, lalu naik melalui ureter menuju ginjal. Patogen menggunakan fimbria untuk melekat pada sel epitel saluran kemih (Choong et al., 2015).
Respons Jaringan: Begitu bakteri mencapai parenkim ginjal, terjadi respons inflamasi lokal yang melibatkan pelepasan mediator sitokin, infiltrasi leukosit, dan potensi cedera mikrovaskular yang dapat mengganggu fungsi filtrasi (Choong et al., 2015).
Manifestasi Klinis
Gejala Sistemik: Demam tinggi, menggigil, malaise, mual, dan muntah.
Gejala Lokal: Nyeri pada sudut kostovertebral (flank pain), serta gejala ISK bawah seperti disuria (nyeri saat berkemih), frekuensi, dan urgensi (Ramakrishnan & Scheid, 2026; Raszka & Khan, 2026).
Pemeriksaan Penunjang
Pencitraan: Ultrasonografi (USG) ginjal atau Computed Tomography (CT) scan digunakan untuk mendeteksi obstruksi, abses, atau batu ginjal, terutama pada kasus yang tidak merespons terapi awal (Chung et al., 2014; Chițu et al., 2026).
Penatalaksanaan Medis dan Keperawatan
Farmakoterapi: Penggunaan antibiotik oral seperti fluoroquinolone (misalnya ciprofloxacin atau levofloxacin) untuk kasus ringan. Untuk kasus berat atau rawat inap, diberikan antibiotik intravena spektrum luas (Cattrall et al., 2018; Ramakrishnan & Scheid, 2026).
Intervensi Keperawatan: Manajemen nyeri, pemantauan hidrasi (intake/output cairan), monitor tanda-tanda vital untuk mendeteksi dini syok sepsis, serta edukasi mengenai pengosongan kandung kemih secara teratur (Raszka & Khan, 2026).
Komplikasi
Komplikasi yang dapat timbul meliputi pembentukan abses ginjal, urosepsis, syok septik, gagal ginjal akut, hingga kematian pada kasus yang sangat berat (Chung et al., 2014; Brown et al., 2005).
Referensi
Brown, P., Ki, M., & Foxman, B. (2005). Acute pyelonephritis among adults: Cost of illness and considerations for the economic evaluation of therapy. Pharmacoeconomics, 23(11), 1170-1176. https://doi.org/10.2165/00019053-200523110-00005.
Cattrall, J. W. S., Robinson, A. V., & Kirby, A. (2018). A systematic review of randomised clinical trials for oral antibiotic treatment of acute pyelonephritis. European Journal of Clinical Microbiology & Infectious Diseases, 37, 2285-2291. https://doi.org/10.1007/s10096-018-3371-y.
Chițu, M.-C., Salmen, T., Răducanu, P.-R., Pălimariu, C.-M., Salmen, B.-M., Stoian, A. P., Jinga, V., & Mischianu, D. L. D. (2026). Clinical Characteristics, Microbiological Spectrum, Biomarkers, and Imaging Insights in Acute Pyelonephritis and Its Complicated Forms—A Systematic Review. Medicina, 62(1), 222. https://doi.org/10.3390/medicina62010222.
Choong, F.X., Antypas, H. and Richter-Dahlfors, A. (2017). Integrated Pathophysiology of Pyelonephritis. In Urinary Tract Infections (eds M.A. Mulvey, D.J. Klumpp and A.E. Stapleton). https://doi.org/10.1128/9781555817404.ch20.
Chung, V. Y., Tai, C. K., Fan, C. W., & Tang, C. N. (2014). Severe acute pyelonephritis: A review of clinical outcome and risk factors for mortality. Hong Kong Medical Journal, 20(4), 285. doi:https://doi.org/10.12809/hkmj134061.
Ramakrishnan, K., & Scheid, D. C. (2005). Diagnosis and management of acute pyelonephritis in adults. American Family Physician, 71(5), 933-42. Retrieved from https://www.proquest.com/scholarly-journals/diagnosis-management-acute-pyelonephritis-adults/docview/234293615/se-2
Raszka, W. V., & Khan, O. (2026). Pyelonephritis. Pediatrics in Review.
Leave a Comment