Strategi Menentukan Fondasi Praktik: Analisis Kritis Pemilihan Teori Keperawatan
Bedah Buku: Nursing Theories and Models Bab 5
Dalam diskursus keperawatan profesional, transisi dari pemahaman teoretis menuju aplikasi klinis sering kali menjadi tantangan yang kompleks. Hugh McKenna, dalam bab kelima bukunya yang berjudul "Choosing a theory for practice", menggarisbawahi bahwa pemilihan teori bukanlah sekadar latihan akademis, melainkan keputusan strategis yang menentukan kualitas asuhan keperawatan. Artikel ini akan membedah parameter-parameter krusial yang diusulkan McKenna dalam menavigasi proses pemilihan teori yang paling relevan bagi praktik klinis.
Keselarasan Filosofis sebagai Fondasi Utama
McKenna mengawali pembahasannya dengan menekankan bahwa sebuah teori tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan filosofis yang selaras. Sebelum seorang perawat atau sebuah institusi memilih model keperawatan, mereka harus terlebih dahulu mengidentifikasi nilai-nilai, keyakinan, dan filosofi yang mereka anut. Pemilihan teori yang bertentangan dengan filosofi pribadi atau organisasi akan menciptakan inkonsistensi dalam praktik. Sebagai contoh, jika sebuah unit keperawatan mengutamakan kemandirian pasien, maka teori Self-Care Dorothea Orem mungkin lebih tepat dipilih dibandingkan teori yang berfokus pada adaptasi sistemik yang ketat.
Pertimbangan Etis, Sosial, dan Politik dalam Pemilihan
Salah satu kontribusi penting McKenna dalam bab ini adalah pengakuannya terhadap faktor-faktor eksternal yang sering diabaikan. Pemilihan teori tidak terjadi dalam ruang hampa. Ada dimensi etika di mana perawat harus memastikan bahwa teori yang dipilih menghormati otonomi dan martabat pasien. Selain itu, dinamika sosial dan politik di dalam organisasi kesehatan turut berperan. McKenna mengingatkan bahwa sering kali ada tekanan dari manajemen atau struktur kekuasaan tertentu untuk mengadopsi model yang "populer" namun mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan spesifik di bangku pasien. Oleh karena itu, objektivitas dalam evaluasi teori menjadi sangat krusial.
Kriteria Evaluasi Teori: Antara Abstraksi dan Utilitas
Untuk membantu praktisi, McKenna menyajikan kerangka kerja sistematis dalam mengevaluasi teori sebelum diimplementasikan. Ia merujuk pada beberapa kriteria evaluasi yang esensial, antara lain:
- Parsimoni (Parsimony). Sejauh mana teori tersebut mampu menjelaskan fenomena yang kompleks dengan bahasa yang sederhana dan ringkas tanpa kehilangan maknanya.
- Aksesibilitas (Accessibility). Apakah konsep-konsep dalam teori tersebut dapat diidentifikasi dan diukur secara nyata dalam praktik klinis?
- Kegunaan (Utility). Seberapa besar kontribusi teori tersebut dalam memecahkan masalah klinis yang dihadapi perawat sehari-hari.
- Signifikansi (Significance). Apakah penerapan teori tersebut memberikan dampak positif yang nyata terhadap hasil kesehatan pasien (patient outcomes).
Strategi Derivasi dan Adaptasi Teori
McKenna juga membahas mengenai strategi dari Walker dan Avant dalam memilih teori, yang mencakup theory–practice–theory atau practice–theory–practice. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan teori bisa berangkat dari literatur yang ada untuk diterapkan di lapangan, atau sebaliknya, berangkat dari fenomena di lapangan untuk kemudian dicarikan teori yang paling mampu menjelaskannya. Fleksibilitas ini penting agar perawat tidak merasa terjebak dalam dogma satu teori tertentu yang kaku.
Bab 5 dari karya Hugh McKenna ini menegaskan bahwa "memilih" adalah sebuah tindakan intelektual yang bertanggung jawab. Teori keperawatan harus berfungsi sebagai alat pemberdayaan bagi perawat, bukan sebagai beban birokrasi. Dengan menggunakan strategi pemilihan yang berbasis pada bukti, keselarasan filosofis, dan kriteria evaluasi yang ketat, perawat dapat menjembatani celah antara teori dan praktik. Pada akhirnya, pemilihan teori yang tepat adalah langkah fundamental dalam memprofesionalkan keperawatan dan memastikan asuhan yang diberikan memiliki landasan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Referensi: McKenna, H. (1997). Nursing Theories and Models. Routledge. Chapter 5: Choosing a theory for practice.
Leave a Comment