Big Bang dalam Al-Qur’an: Benarkah Alam Semesta Dulunya Satu Titik?
Pernahkah kamu menatap langit malam dan bertanya-tanya, "Bagaimana semua ini bermula?" Selama berabad-abad, manusia berdebat apakah alam semesta ini ada selamanya atau punya titik awal. Hingga akhirnya, sains modern menemukan teori Big Bang. Namun, yang luar biasa adalah Al-Qur'an telah memberikan "sinyal" mengenai fenomena ini jauh sebelum teleskop tercanggih ditemukan.
Rahasia di Balik Surat Al-Anbiya Ayat 30
Dalam lembaran kitab suci umat Islam, terdapat sebuah ayat yang membuat banyak ilmuwan tertegun. Allah SWT berfirman:
أَوَلَمْ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًۭا فَفَتَقْنَـٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu menyatu (ratqan), kemudian Kami pisahkan antara keduanya (fafataqnāhumā). Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak juga beriman?"
Analisis Bahasa: Ratqan dan Fatq
Jika kita membedah bahasa Arabnya, kata Ratqan berarti sesuatu yang menyatu padat. Bayangkan sebuah titik tunggal yang berisi semua materi yang kita kenal sekarang—galaksi, bintang, hingga dirimu sendiri.
Kemudian muncul kata Fafataqnāhumā, yang berarti "Kami belah" atau "Kami pecahkan". Secara harfiah, ayat ini menceritakan sebuah proses pemisahan dahsyat dari satu kesatuan menjadi elemen-elemen alam semesta. Bukankah ini deskripsi yang sangat akurat untuk sebuah ledakan besar?
Jejak Sejarah Teori Big Bang
Bagaimana sains menjelaskan hal ini? Mari kita tarik garis waktu penemuannya:
Georges Lemaître (1927): Seorang fisikawan asal Belgia mengusulkan bahwa alam semesta bermula dari satu "atom purba".
Edwin Hubble (1929): Melalui observasi bintang, Hubble menemukan fakta mengejutkan: galaksi-galaksi saling menjauh! Ini membuktikan bahwa alam semesta terus mengembang. Logikanya, jika kita memutar mundur waktu, semua galaksi itu pasti pernah berkumpul di satu titik.
Penzias & Wilson (1964): Mereka menemukan radiasi mikrogelombang kosmis (Cosmic Microwave Background), sebuah "gema" atau sisa panas dari ledakan besar tersebut. Penemuan ini memenangkan Nobel dan mengukuhkan teori Big Bang sebagai penjelasan terbaik asal-usul semesta.
Sains Menjelaskan, Al-Qur'an Menunjukkan
Kesesuaian antara istilah ratqan (menyatu) dan fatq (pemisahan) dengan teori singularitas dan ekspansi alam semesta bukanlah sebuah kebetulan biasa. Ini adalah pengingat bagi kita bahwa sumber ilmu pengetahuan—baik melalui wahyu maupun observasi alam—berasal dari Tuhan yang sama.
Jadi, saat kamu melihat bintang-bintang malam ini, ingatlah bahwa mereka adalah bagian dari "perpisahan besar" yang sudah tertulis dalam kitab suci 14 abad yang lalu.
Daftar Pustaka
- Hawking, S. W. (1988). A Brief History of Time. Bantam Books.
- Hubble, E. (1929). A Relation between Distance and Radial Velocity among Extra-Galactic Nebulae. PNAS.
- Lemaître, G. (1927). Un Univers homogène de masse constante et de rayon croissant.
- Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur'an. Lentera Hati.

Leave a Comment