30 November 2021

RakeR II Polkesma



Selasa, 30 November 2021 pagi ini jajaran Poltekkes Kemenkes Malang melaksanakan Raker II tahun 2021. Acara dilaksanakan di hotel Harris Hotel & Conventions Malang selama tiga hari mulai hari ini tanggal 30 November hingga 2 Desember 2021. Acara dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat dan seluruh pegawai Polkesma. Hadir dari kalangan pejabat direktur, wadir 1-3, kabag, kapusat, kaur, kajur dan kaprodi. 

Secara singkat wadir II Polkesma menyampaikan laporannya bahwa tujuan dari pelaksanaan raker II adalah melaksanakan monitor dan evaluasi Pencapaian Rencana Strategis dan IKU tahun 2021, menyusun dan menetapkan Rencana Kerja dan Anggaran (RKAT) dan rencana Penarikan Dana (RPD) tahun 2022, menyusun mapping pengembangan kompetensi keahlihan dan kompetensi dosen, menyusun mapping pengembangan kompetensi tenaga fungsional, menyusun anggaran dan program keahlian dosen, menyusun anggaran dan program kelompok fungsional tenaga kependidikan, dan meningkatkan komunikasi di antara pegawai Poltekkes malang

Peserta raker adalah seluruh pegawai di lingkungan kampus utama dan kampus 1-6 yang terdiri dari dosen sebanyak 190 dan tenaga kependidikan  sebanyak 201 total jumlah peserta adalah 391 orang. 

Ketentuan pelaksanaan raker meliputi rapat kerja dilaksanakan dengan penerapan protocol Kesehatan, seluruh peserta telah mendapat vaksinasi minimal dosis pertama, serta seluruh peserta telah melaksanakan saliva antigen test 1x24 jam dan dengan hasil negative.



Dalam sambutannya direktur menyampaikan beberapa raihan penghargaan dan prestasi Poltekkes Malang pada beberapa kegiatan atau kompetisi. Penghargaan nasional misalnya diberikan kepada dosen-dosen yang berhasil membuat produk unggulan. Penghargaan nasional juga diraih oleh dosen yang berhasil menembus publikasi Scopus Q1. Sementara itu, untuk dosen teladan tingkat nasional, Polkesma mampu menempatkan salah seorang dosen menembus 5 besar. Pada acara Edu Health Fair 2021, Polkesma menyabet gelar Juara 2 Stand pameran Poltekkes terfavorit. Prestasi mahasiswa Polkesma tidak kalah membanggakan. Beberapa penghargaan yang diraih oleh para mahasiswa misalnya juara umum PIMNAKES tahun 2021, Juara 1 karate tingkat nasional dan masih banyak lagi prestasi lainnya.

Raker II Polkesma 2021 yang mengambil tema “di balik lulusan yang sukses terdapat tenaga pendidik dan kependidikan yang hebat” diharapkan mampu memompa semangat semua pegawai di Polkesma untuk mewujudkan visi dan misi organisasi di tahun 2024. (abiasa).


29 November 2021

Manajemen Nyeri

Business photo created by katemangostar - www.freepik.com


Masalah keperawatan yang berkaitan dengan rasa nyeri biasanya digolongkan ke dalam nyeri akut, nyeri kronis, nyeri melahirkan dan sindroma nyeri kronis (Ackley, ladwig, Makic (2017). Apapun masalahnya, manajemen nyeri nampaknya menjadi intervensi utama untuk meredakan rasa nyeri. 

Manajemen nyeri didefinisikan sebagai upaya mengidentifikasi dan mengelola pengalaman sensorik dan emosional dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga berat dan konstan (Tim Pokja DPP PPNI, 2017). 

Tindakan ini dimulai dengan mengobservasi nyeri dalam hal karakteristik, frekwensi, kualitas, intensitas nyeri, skala nyeri, respon nyeri nonverbal, faktor-faktor yang memperberat dan memperingannya. Biasanya tindakan ini digunakan untuk menentukan tindakan terapeutik selanjutnya.

Tindakan terapeutik non farmakologis yang meningkatkan rasa nyaman seperti pijat, menggosok punggung, kompres hangat atau dingin, akupressor, TENS dan terapi sentuhan bisa mengurangi nyeri tergantung dari berat ringannya. Teknik-teknik manajemen stress direkomendasikan pada nyeri ringan hingga sedang seperti relaksasi progresif, biofeedback, aromaterapi, visualisasi, imajinasi terbimbing, self-hypnosis, pernapasan terkontrol, dan terapi musik. Tindakan di atas bisa dilakukan oleh penderita sendiri atau dengan bantuan seorang perawat professional. 

Bila nyeri terasa berat, penderita mungkin membutuhkan medikasi. Beberapa obat yang bisa meredakan nyeri antara lain obat golongan analgesik opioid dan nonopioid, seperti morfin, meperidin, atau hydrocodone; obat-obat golongan anti inflamasi nonsteroid (NSAID’s) baik  suntik dan oral, seperti ketorolak atau ibuprofen. Obat-obat relaksan otot, seperti cyclobenzaprine atau carisoprodol bisa juga untuk meredakan nyeri. Pemberian obat-obatan membutuhkan resep dokter karena itu penderita nyeri harus berkonsultasi dengan professional Kesehatan untuk penggunaannya.

Pada kondisi nyeri hebat penggunaan PCA (patient-controlled analgesia) akan sangat membantu meredakan nyeri baik akut, kronis, nyeri post operatif dan karena persalinan . Namun yang terakhir ini hanya bisa dilakukan di rumah sakit karena tindakan ini diberikan secara intra vena. 

Baca juga: Nyeri akut

Referensi

  1. Ackley, B. J., Ladwig, G. B., & Makic, M. B. F. (2017). Nursing diagnosis handbook: an evidence-based guide to planning care. Elsevier Health Sciences.
  2. Pastino A, Lakra A. Patient Controlled Analgesia. [Updated 2021 Jul 24]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551610/
  3. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia, Definisi dan Indikator Diagnostik. Edisi 1 (Cetakan III). Penerbit DPP PPNI


25 November 2021

Ansietas

Hand photo created by wayhomestudio - www.freepik.com


Ansietas adalah reaksi pikiran dan tubuh terhadap situasi stres, berbahaya, atau asing. Ini adalah perasaan tidak nyaman, tertekan, atau takut yang Anda rasakan sebelum peristiwa penting (Jovanovic, n.d.). Bangguan kecemasan adalah gangguan kejiwaan yang paling umum dan berhubungan dengan beban penyakit yang tinggi. Kejadiannya lebih banyak pada wanita yaitu 1,5 sampai dua kali dibandingkan pria (Bandelow, Michaelis, & Wedekind, 2017).

Cemas didefinisikan sebagai perasaan tidak nyaman atau takut yang samar-samar dan tidak nyaman disertai dengan respons otonom (sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan ketakutan yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Perasaan Ini merupakan tanda peringatan akan bahaya yang akan datang dan memungkinkan individu untuk mengambil tindakan untuk menghadapi ancaman (Ackley, Ladwig, & Makic, 2017). 

Kecemasan berhubungan dengan rasa takut dan bermanifestasi sebagai keadaan suasana hati berorientasi masa depan yang terdiri dari sistem respons kognitif, afektif, fisiologis, dan perilaku yang kompleks yang terkait dengan persiapan untuk peristiwa atau keadaan yang diantisipasi yang dianggap mengancam (Chand & Marwaha, 2021). 

Klasifikasi Ansietas

Menurut Lott & Stenson (n.d.) Ada banyak gangguan yang berhubungan dengan kecemasan, dan umumnya dibagi menjadi tiga kategori utama:

  1. Gangguan kecemasan: Gangguan kecemasan dicirikan oleh ciri umum ketakutan yang berlebihan (yaitu respons emosional terhadap ancaman yang dirasakan atau nyata) dan/atau kecemasan (yaitu kekhawatiran tentang ancaman di masa depan) dan dapat memiliki konsekuensi perilaku dan emosional yang negatif.
  2. Gangguan obsesif-kompulsif dan terkait: Gangguan obsesif-kompulsif dan terkait ditandai oleh obsesif, pikiran yang mengganggu (misalnya, terus-menerus khawatir tentang tetap bersih, atau tentang ukuran tubuh seseorang) yang memicu perilaku kompulsif terkait (misalnya mencuci tangan berulang kali, atau olahraga berlebihan). Perilaku ini dilakukan untuk mengurangi kecemasan yang terkait dengan pikiran obsesif.
  3. Gangguan terkait trauma dan stresor: Gangguan kecemasan terkait trauma dan stres terkait dengan pengalaman trauma (misalnya, kematian tak terduga dari orang yang dicintai, kecelakaan mobil, atau insiden kekerasan seperti perang atau penyerangan seksual) atau stresor (misalnya, perceraian, mulai kuliah, pindah).

Penyebab

Berbagai kondisi bisa menyebabkan cemas meliputi:

Krisis situasional
Kebutuhan tidak terpenuhi
Krisis maturasional
Ancaman terhadap konsep diri
Ancaman terhadap kematian
Kekhawatiran terhadap kegagalan
Disfungsi sistem keluarga
Hubungan orang tua anak tidak memuaskan
Faktor keturunan (temperamen mudah teragitasi sejak lahir)
Penyalahgunaan zat
Terpapar bahaya lingkungan (misalnya toksin, polutan, dll)
Kurang terpapar informasi

Gejala dan tanda mayor

Subyektif: merasa bingung, merasa khawatir dengan akibat dari kondisi yang dihadapi, sulit berkonsentrasi

Obyektif: tampak gelisah, tampak tegang, sulit tidur

Gejala dan tanda minor

Subyektif: mengeluh pusing, anoreksia, palpitasi, merasa tidak berdaya

Obyektif: frekwensi nafas meningkat, frekwensi nadi meningkat, tekanan darah meningkat, diaphoresis, tremor, muka tampak pucat, suara bergetar, kontak mata buruk, sering berkemih, berorientasi pada masa lalu.

Kondisi klinis terkait

Kecemasan dihubungkan dengan berbagai kondisi medis sbb: penyakit kronis progresif (misalnya kanker, penyakit autoimun), penyakit akut, hospitalisasi, rencana operasi, kondisi diagnosis penyakit belum jelas, penyakit neurologis dan tahap tumbuh kembang.

Baca juga: Reduksi ansietas

Referensi

  1. Ackley, B. J., Ladwig, G. B., & Makic, M. B. F. (2017). Nursing diagnosis handbook: an evidence-based guide to planning care. Elsevier Health Sciences.
  2. Bandelow, B., Michaelis, S., & Wedekind, D. (2017). Treatment of anxiety disorders. Dialogues in clinical neuroscience, 19(2), 93–107. https://doi.org/10.31887/DCNS.2017.19.2/bbandelow
  3. Chand, S.P. & Marwaha, R. Anxiety. [Updated 2021 Jul 26]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470361/
  4. Lot, A.P., & Stenson, A. (n.d.). What is Anxiety? https://www.anxiety.org/what-is-anxiety
  5. Jovanovic, T., (n.d.). What is Anxiety? https://www.anxiety.org/what-is-anxiety
  6. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia, Definisi dan Indikator Diagnostik. Edisi 1 (Cetakan III). Penerbit DPP PPNI


23 November 2021

Pemeriksaan Ascites

Asites adalah akumulasi patologis cairan di dalam rongga peritoneum. Ascites adalah komplikasi sirosis yang paling umum dan terjadi pada sekitar 50% pasien dengan sirosis (Chiejina, Kudaravalli, Samant, 2021). Akibat dari akumulasi cairan, abdomen akan mengalami distensi. Untuk membedakan distensi abdomen yang disebabkan oleh ascites dengan penyebab lain seperti kanker, sirosis, obstruksi usus besar dan penyebab distensi lainnya maka perlu pemeriksaan ascites. Berikut cara pemeriksaan untuk mendeteksi ascites:

Shifting Dullness

Shifting dullness bisa diartikan sebagai pergeseran bunyi pekak saat abdomen diperkusi. Pergeseran bunyi tersebut terjadi akibat perubahan posisi. Untuk lebih jelasnya, berikut cara pemeriksaan shifting dullness:

Langkah 1. Dalam posisi supine, perkusi dari umbilikus ke luar ke panggul. Buat garis pada kulit pasien untuk menandai perubahan dari timpani menjadi pekak/tumpul.


Langkah 2. Miringkan pasien ke samping. (Perhatikan bahwa posisi ini menyebabkan cairan asites bergeser.) Perkusi lagi, dan tandai perubahan dari timpani menjadi redup. Perbedaan antara garis-garis ini dapat mengindikasikan asites.



Fluid Wave

Mintalah pasien meletakkan tangan pada sisi jari kelingking menekan perutnya di garis tengah pasien untuk mencegah getaran menjalar di sepanjang dinding perut. Tempatkan salah satu telapak tangan Anda di salah satu panggul pasien. Pukul sisi yang berlawanan dengan tangan Anda yang lain. Jika Anda merasakan pukulan di telapak tangan yang berlawanan, maka terdaat asites.



Puddle Sign

Posisikan pasien merangkak dengan menunpu pada siku dan lututnya. Posisi ini menyebabkan cairan asites terkumpul di bagian perut yang paling bawah. Perkusi abdomen dari panggul ke garis tengah. Nada perkusi menjadi lebih keras di tepi genangan air, atau kolam asites.



Referensi

  1. Borchers, Andrea Ann. (2015). Handbook of Signs & Symptoms 5th Edition. Wolter Kluwer
  2. Chiejina M, Kudaravalli P, Samant H. Ascites. [Updated 2021 Aug 11]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NB. K470482/

22 November 2021

Sahabat yang Shaleh

Background vector created by rawpixel.com - www.freepik.com


عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال :

( حَتَّى إِذَا خَلَصَ الْمُؤْمِنُونَ مِنْ النَّارِ ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ بِأَشَدَّ مُنَاشَدَةً لِلَّهِ فِي اسْتِقْصَاءِ الْحَقِّ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ لِلَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِإِخْوَانِهِمْ الَّذِينَ فِي النَّارِ ، يَقُولُونَ : رَبَّنَا كَانُوا يَصُومُونَ مَعَنَا ، وَيُصَلُّونَ ، وَيَحُجُّونَ . فَيُقَالُ لَهُمْ : أَخْرِجُوا مَنْ عَرَفْتُمْ . فَتُحَرَّمُ صُوَرُهُمْ عَلَى النَّارِ ، فَيُخْرِجُونَ خَلْقًا كَثِيرًا قَدْ أَخَذَتْ النَّارُ إِلَى نِصْفِ سَاقَيْهِ ، وَإِلَى رُكْبَتَيْهِ ، ثُمَّ يَقُولُونَ : رَبَّنَا مَا بَقِيَ فِيهَا أَحَدٌ مِمَّنْ أَمَرْتَنَا بِهِ .


Dari Abu Said Al Khudri semoga Allah meridhainya, bahwa Nabi Sallallahu alaihi wasallam bersabda : “Setelah orang-orang Mukmin itu dibebaskan dari Neraka, demi Allah, Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memerjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam Neraka pada Hari Kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di Neraka) pernah berpuasa bersama kami, salat, dan juga haji. Dijawab: ”Keluarkan (dari Neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api Neraka. Para Mukminin inipun MENGELUARKAN BANYAK SAUDARANYA yang telah dibakar di Neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya. Kemudian orang Mukmin itu lapor kepada Allah: ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari Neraka sudah tidak tersisa.” Allah berfirman: ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat Dinar.” Maka dikeluarkanlah orang Mukmin banyak sekali yang disiksa di Neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorang pun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” [HR. Muslim no. 183]. 

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:
  1. Sungguh bersahabat dengan orang-orang yang saleh adalah nikmat yang sangat besar. Umar bin Khattab berkata:                                                                                                                                ما أعطي العبد بعد الإسلام نعمة خيراً من أخ صالح فإذا وجد أحدكم وداً من أخيه فليتمسك به “Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh, maka peganglah erat-erat.” [Quutul Qulub 2/17] 
  2. Dari semua keutamaan memiliki sahabat yang saleh, ada keutamaan yang juga merupakan kenikmatan besar, yaitu persahabatan orang yang saleh akan berlanjut sampai Surga dan akan kekal selamanya. Tentu ini kenikmatan yang sangat besar, karena antara sahabat dekat pasti tidak ingin berpisah dengan sahabat lainnya. Persahabatan sementara di dunia kemudian dipisahkan dengan kematian begitu saja, tentu bukan akhir yang indah. 
  3. Salah satu dalil bahwa ada persahabatan di Hari Kiamat yang akan berlanjut, bahwa orang yang saling mencintai (termasuk para sahabat), akan dikumpulkan bersama di Hari Kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda:  الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ “Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.’” [HR. Bukhari, no. 6170; Muslim, no. 2640].
  4. Untuk memfasilitasi hal ini, Allah ta'ala memberikan keutaamaan kepada seseorang untuk memberikan syafaat kepada sahabatnya yang lain, agar mereka bisa sama-sama masuk Surga dan berkumpul kembali. Hasan Al- Bashri berkata:                                                                                                                استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة  ”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman, karena mereka memiliki syafaat pada Hari Kiamat.” [Ma’alimut Tanzil 4/268].
  5. Terlalu banyak kenangan bersama dalam ketaatan langkah bersama yang akan menjadi hujjah saling bertanya keberadaan kita di surga, tentunya akan menjadi kenangan indah saat reuni di surga insyaAllah. Tanyakanlah jika engkau tidak menjumpaiku di surga. Ibnul Jauzi berkata kepada sahabat-sahabatnya,                                                                               إن لم تجدوني في الجنة بينكم فاسألوا عني وقولوا : يا ربنا عبدك فلان كان يذكرنا بك ”Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah. Ucapkan: ’Wahai Rabb kami, hambaMu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau.” 
  6. Para ulama menerangkan, sesungguhnya orang yang mendapatkan syafa'at sahabat mukmin yaitu, seseorang yang mengucapkan, لا إله إلا الله dan datang dengan membawa iman yang tauhid kadang belum pernah beramal sama sekali. Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an : - Manusia dalam hidupnya membutuhkan teman, karena memang ia adalah mahluk sosial. Namun demikian, kalau salah dalam memilih teman akan berdampak buruk di kehidupan akhirat nanti. Karena persahabatan dan kecintaan yang dibangun di atas kekafiran dan kemaksiatan maka pada hari kiamat nanti akan berubah menjadi permusuhan. Maka orang yang akan selamat darinya hanyalah orang-orang  yang  bertakwa  yaitu  yang  benar-benar  mentauhidkan Allah ta’ala  الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ “Pada hari itu -hari kiamat- orang-orang yang berteman dekat akan berubah menjadi musuh satu dengan yang lainnya kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67). 


Gangguan Rasa Nyaman

People photo created by freepik

Gangguan Rasa Nyaman (impaired comfort) didefinisikan sebagai perasaan kurang puas (ease), lega (relief), dan transendensi dalam empat dimensi yaitu dimensi fisik, psikospiritual, lingkungan, budaya dan/atau social (Kolcaba, 2003)

Dari literatur keperawatan, Kolcaba menggunakan tiga teori keperawatan untuk menggambarkan tiga jenis kenyamanan yang berbeda. Relief disintesis dari karya Orlando (1961/1990), yang menyatakan bahwa perawat meringankan kebutuhan yang diungkapkan oleh pasien. Ease disintesis dari karya Henderson (1978), yang menggambarkan 13 fungsi dasar manusia yang perlu dipertahankan untuk homeostasis. Transendensi berasal dari Paterson dan Zderad (1976), dapat mengatasi kesulitan mereka dengan bantuan perawat. 

Gangguan rasa nyaman berbeda dengan nyeri dalam hal penyebab. Gangguan rasa nyaman ditegakkan apabila rasa tidak nyaman muncul tanpa ada cidera jaringan. Jika disebabkan karena kerusakan jaringan, diagnosis yang disarankan adalah nyeri akut atau kronis (Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017).

Penyebab

Gangguan rasa nyaman bisa disebabkan berbagai kondisi seperti gejala penyakit, kurang pengendalian situasional/lingkungan, ketidakadekuatan sumber daya (mis. dukungan finansial, sosial dan pengetahuan), kurangnya privasi, gangguan stimulus lingkungan, efek samping terapi (mis. medikasi, radiasi, kemoterapi), dan gangguan adaptasi kehamilan. 

Gejala dan Tanda Mayor

Subyektif: mengeluh tidak nyaman
Obyektif: Gelisah

Gejala dan Tanda Minor 

Subjektif: Mengeluh sulit tidur, tidak mampu rileks, Mengeluh kedinginan/kepanasan, Merasa gatal, Mengeluh mual, Mengeluh Lelah.
Obyektif: Menunjukkan gejala distress, Tampak merintih/menangis, Pola eliminasi berubah, postur tubuh berubah, Iritabilitas 

Kondisi Klinis terkait

  • Penyakit kronis
  • Keganasan
  • Distres psikologis
  • Kehamilan 

Referensi

  1. Kolcaba, K. (2003). Comfort theory and practice: a vision for holistic health care and research. Springer Publishing Company.
  2. Smith, M. C. & Parker, M.E. (2015). Nursing theories and nursing practice, 4th edition. F. A. Davis Company
  3. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia, Definisi dan Indikator Diagnostik. Edisi 1 (Cetakan III). Penerbit DPP PPNI

18 November 2021

Mnemonik PQRST dalam Pengkajian Riwayat Nyeri

Heart photo created by wayhomestudio - www.freepik.com

Nyeri adalah keluhan yang paling sering dijumpai pada seorang pasien. Penyakit jantung, kanker, cidera hingga sakit gigi adalah contoh dari sekian banyak kasus pasien dengan gangguan rasa nyeri. 

Menurut NANDA, nyeri didefinisikan sebagai perasaan yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan (Herdman & Shigemi, 2014). Jaringan yang rusak tersebut akan meningkatkan konsentrasi mediator kimiawi seperti histamin, bradikinin, dan prostaglandin nyeri yang selanjutnya memicu impuls nosisetif dan berakhir dengan dipersepsinya rasa nyeri di otak (McHugh & Mc Huch, 2000).

Sebagai masalah keperawatan, nyeri dibagi dua macam yaitu nyeri akut dan nyeri kronik. Nyeri akut biasa dirasakan pasien kurang dari tiga bulan. Sedangkan, nyeri kronis dirasakan lebih dari tiga bulan. Dalam kondisi tertentu seperti persalinan, nyeri dikategorikan sendiri sebagai nyeri persalinan. Nyeri disebut sebagai sindrom nyeri kronis bila nyeri berulang setidaknya selama tiga bulan, dan yang secara signifikan mempengaruhi fungsi atau kesejahteraan sehari-hari (Herdman & Shigemi, 2014).

Dalam sumber rujukan ditemukan beberapa cara dalam mengkaji riwayat nyeri seperti mnemonic OLDCART, PEG, PQRST, WILDA (Fink, 2010). Namun di Indonesia, pengkajian nyeri sering menggunakan pendekatan PQRST. Pendekatan ini sebenarnya juga memiliki beberapa variasi seperti PQRST (A) atau OPQRST. Pada saat ini, saya akan uraikan bagaimana melakukan pengkajian dengan PQRST saja.

P adalah kepanjangan dari Provocative/Palliative. Apa penyebab nyeri dan apa yang bisa mengurangi nyeri. 

Q adalah kepanjangan dari Qualitative. Nyerinya seperti apa?

R adalah kepanjangan dari Region/Radiation. Dimana lokasi nyeri? Apakah nyerinya menjalar?

S adalah kepanjangan dari Severity. Bagaimana beratnya nyeri pada skala 0 – 10?

T adalah kepanjangan dari Timing. Konstan atau intermittent (hilang timbul)?


Contoh dokumentasi pengkajian riwayat nyeri pada pasien yang mengalami angina:

Riwayat Penyakit Sekarang

P: Pasien mengeluh nyeri timbul dan bertambah jika untuk berjalan, beraktivitas berat. Nyeri berkurang jika istirahat atau berbaring di tempat tidur. 

Q: Nyeri terasa berat seperti ditusuk

R: Nyeri terasa di dada sebelah kiri dan menjalar ke leher, tangan dan punggung kiri

S: Nyeri berskala 8

T: Nyeri terasa merus menerus selama 10 menit.

12 November 2021

Persiapan Alat Untuk Pemeriksaan Fisik

People photo created by jcomp - www.freepik.com

Dalam pengkajian keperawatan, selain data subyektif seperti keluhan dan riwayat penyakit, seorang perawat juga mengkaji data obyektif dalam bentuk pemeriksaan fisik. Sebelum Anda memulai pemeriksaan fisik, perawat harus mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan. Penting memilih pendekatan yang sesuai terhadap pasien, sikap profesional, dan membuat pasien merasa nyaman dan santai saat pemeriksaan fisik. Berikut adalah langkah-langkah dalam mempersiapkan pemeriksaan fisik:

  1. Memikirkan pendekatan terhadap pasien.
  2. Mengatur pencahayaan dan lingkungan.
  3. Mengecek peralatan yang dibutuhkan.
  4. Memperhatikan kenyamanan pasien.
  5. Memperhatikan kewaspadaan standar dan universal.
  6. Memperhatikan urutan, ruang lingkup, dan posisi pemeriksaan.

Berkaitan dengan peralatan yang dibutuhkan dalam pemeriksaan fisik, berikut adalah alat-alat yang dibutuhkan:

  1. Oftalmoskop digunakan untuk memeriksa mata bagian dalam
  2. Otoskop digunakan untuk memeriksa telingan bagian dalam
  3. Lampu senter digunakan dalam pemeriksaan mata
  4. Spatel lidah digunakan untuk menekan lidah ke bawah dalam pemeriksaan rongga mulut 
  5. Penggaris digunakan dalam pemeriksaan tekanan vena jugularis (JVP)
  6. Metelin digunakan mengukur lingkar lengan atau lingkar perut
  7. Termometer digunakan untuk mengukur suhu tubuh
  8. Arloji/jam tangan dengan jarum detik digunakan untuk mengukur nadi
  9. Sphygmomanometer digunakan untuk mengukur tekanan darah
  10. Stetoskop digunakan untuk mendengar suara internal tubuh seperti suara/bunyi nafas, bunyi jantung, peristaltic usus dan bising usus.
  11. Kartu snelen digunakan untuk memeriksa ketajaman penglihatan jarak jauh
  12. Kartu baca digunakan untuk mengetahui ketajaman penglihatan saat membaca 
  13. Reflex hammer digunakan untuk memeriksa reflek-reflek tendon dalam (reflek fisiologis)
  14. Garpun tala berfrekwensi 128 Hz and 512 Hz digunakan untuk mengetahui ketajaman pendengaran
  15. Kapas swabs, peniti, atau benda disposibel lainnya digunakan untuk uji sensasi dan diskriminasi (perbedaan) dua titik
  16. Kapas untuk menguji rasa sentuhan ringan
  17. Dua tabung reaksi (opsional) untuk menguji sensasi suhu
  18. Sarung tangan dan pelumas untuk pemeriksaan kondisi mulut, vagina, dan dubur
  19. Spekula vagina digunakan untuk memeriksa bagian dalam vagina
  20. Peralatan untuk pemeriksaan sitologi dan bakteriologis
  21. Kertas dan pena atau pensil, atau komputer desktop atau laptop untuk dokumentasi. Kertas juga digunakan untuk pemeriksaan JVP

Referensi:
  1. Annisa, F., Diana, M., & Putra, K.W.R. (2016). Pemeriksaan Fisik Head to Toe. Akademi Keperawatan Kerta Cendekia Sidoarjo
  2. Bickley, L.S. & Szilagyi, P.G., (2016). Bates’ guide to physical examination and history taking. Lippincott Williams & Wilkins