12 January 2023

Mengobservasi Perdarahan Pada Luka Bedah

 

Image by peoplecreations on Freepik

Pengertian

Mengobservasi perdarahan merupakan bagian dari perawatan saluran pembuangan bedah (surgical drain). Tindakan ini sering dilakukan pada pasien-pasien yang menjalani tindakan bedah. Terdapat banyak perangkat saluran pembuangan bedah misalnya Jackson-Pratt™, Hemovac, Redivac™ Pigtail™, Penrose™ (Gard, 2020; Perry & Potter, 2015) dan masih banyak perangkat lain. 

Dari sebelah kiri Jackson Prat drain, Hemovac drain


Indikasi

Pasien-pasien setelah menjalani tindakan operasi dan terpasang saluran pembuangan bedah.

Tujuan

Pemasangan saluran pembuangan bedah dimaksudkan untuk mengalirkan cairan seperti darah dan bahan-bahan infeksius agar tidak menumpuk di atau dekat lokasi prosedur bedah (Whitlock, 2022). Mengobservasi perdarahan sendiri dimaksudkan untuk memantau sejauhmana proses penyembuhan luka operasi. Semakin sedikit perdarahan paska operasi semakin baik kondisi luka operasi.

Persiapan Alat

  • Gelas ukur 
  • Kapas alcohol 
  • Kasa
  • Wadah spesimen steril, jika dibutuhkan kultur
  • Alas/perlak
  • Sarung tangan bersih

Persiapan pasien dan lingkungan

  1. Atur posisi, dan ekspos luka operasi
  2. Pastikan privasi pasien terlindungi

Pelaksanaan

  1. Cuci tangan dan kemudian kenakan sarung tangan
  2. Pasang perlak/alas di atas tempat tidur pasien
  3. Siapkan gelas ukur atau wadah specimen steril di perlak atau alas
  4. Buka penutup saluran pembuangan bedah
  5. Tuangkan seluruh darah di dalam kantung saluran pembuangan bedah hingga habis
  6. Bersihkan penutup saluran pembuangan bedah dengan kapas alcohol
  7. Kempiskan kantung saluran pembuangan bedah sebelum ditutup kembali 
  8. Jika menggunakan Jackson prat, pasang peniti/tali ikat dan tempatkan kantung dibaju pasien. Jika menggunakan hemovac letakkan didekat posisi luka operasi di atas tempat tidur
  9. Bersihkan dan rapikan alat
  10. Ukur volume perdarahan dan periksa karakteristiknya apakah serous (jernih), Sanguineous (kemerahan), Serosanguineous (merah muda), atau purulent. 
  11. Buang ke darah ke dalam toilet
  12. Buang perlengkapan yang tercema ke dalam tempat sampah yang sesuai
  13. Lepaskan sarung tangan dan lakukan cuci tangan.

Evaluasi

Dokumentasikan karakteristik dan volume perdarahan.

Referensi

  1. Gard, E. (2020, March 31). Clinical Guidelines (Nursing): Surgical drains (non-cardiac). Rch. https://www.rch.org.au/rchcpg/hospital_clinical_guideline_index/Surgical_drains_(non_cardiac)/#:~:text=Using%20standard%20aseptic%20technique%2C%20clean,sutures%20and%20apply%20occlusive%20dressing. Diakses pada tanggal 20 Februari 2023.
  2. Perry, A. G., & Potter, P. A. (2015). Mosby's Pocket Guide to Nursing Skills and Procedures-E-Book, Eight Edition. Elsevier Health Sciences.
  3. Whitlock, J. (2022, November 12). How to Care for a Drain After Surgery. Verywellhealth. https://www.verywellhealth.com/what-is-a-surgical-drain-3156840. Diakses pada tanggal 20 Februari 2023.



09 January 2023

Gangguan Penyapihan Ventilator

 

Image by Freepik

Ventilasi mekanis adalah perawatan suportif bagi pasien yang mengalami gagal nafas. Pemakaian jangka panjang meningkatkan risiko terjadinya pneumonia, barotrauma, cedera trakea, dan dekondisi muskuloskeletal. Pada saat yang sama, penyapihan yang tidak teapt waktu berhubungan dengan peningkatan morbiditas, mortalitas, rawat inap di rumah sakit, dan risiko pelepasan fasilitas perawatan jangka panjang (Fadila, Rajasurya, & Regunath, 2022).

Istilah "penyapihan" menggambarkan proses bertahap penurunan dukungan ventilator. Diperkirakan bahwa 40% dari durasi ventilasi mekanis digunakan untuk proses penyapihan. Penyapihan yang tertunda dapat menyebabkan komplikasi seperti cedera paru-paru yang diinduksi ventilator (VILI), pneumonia terkait ventilator (VAP), dan disfungsi diafragma yang diinduksi ventilator. Di sisi lain, penyapihan prematur dapat menyebabkan komplikasi seperti hilangnya jalan napas, pertukaran gas yang rusak, aspirasi dan kelelahan otot pernapasan (Zein, Baratloo, Negida, & Safari 2016)Hampir 30% pasien yang dipasang ventilator bermasalah dalam penyapihan (Fadila, Rajasurya, & Regunath, 2022).

Definisi Diagnosis

Gangguan penyapihan ventilator diartikan sebagai ketidakmampuan beradaptasi dengan pengurangan bantuan ventilator mekanik yang dapat menghambat dan memperlama proses penyapihan (Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017). NANDA-I merumuskan diagnosis serupa sebagai Dysfunctional Ventilatory weaning response. 

Etiologi dari diagnosis keperawatan ini menurut tim pokja SDKI terbagi menjadi 3 faktor yaitu faktor fisiologis, psikologis dan situasional. Faktor fisiologis meliputi hipersekresi jalan nafas, ketidakcukupan energi, dan hambatan upaya napas (misal nyeri saat bernafas, kelemahan oto pernafasan, efek sedasi.). Faktor psikologis meliputi kecemasan, perasaan tidak berdaya, kurang terpapar informasi tentang proses penyapihan, dan penurunan motivasi. Adapun faktor situasional mencakup ketidakadekuatan dukungan sosial, ketidaktepatan kecepatan proses penyapihan, riwayat kegagalan berulang dalam upaya penyapihan, dan riwayat ketergantungan ventilator lebih dari 4 hari. 

Tanda dan gejala mayor dari diagnosis meliputi tanda objektif seperti frekuensi napas meningkat, penggunaan otot bantu napas, napas megap-megap (gasping), upaya napas dan bantuan ventilator tidak sinkron, nafas dangkal, agitasi, dan nilai gas darah arteri abnormal.

Sementara untuk tanda dan gejala minor secara subjektif menunjukkan adanya perasaan lelah, kekhawatiran terhadap kerusakan mesin, dan fokus meningkat pada pernafasan. Secara obyektif didapatkan auskultasi suara inspirasi menurun, warna kulit abnormal (mis. pucat, sianosis), nafas paradoks abdominal, diaforesis, ekspresi wajah takut, tekanan darah meningkat, frekuensi nadi meningkat, serta kesadaran menurun.


Referensi

  1. Ackley, B. J., Ladwig, G. B., & Makic, M. B. F. (2017). Nursing diagnosis handbook: an evidence-based guide to planning care. Elsevier Health Sciences.
  2. Fadila M, Rajasurya V, Regunath H. Ventilator Weaning. [Updated 2022 Nov 2]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430712/
  3. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia, Definisi dan Indikator Diagnostik. Edisi 1 (Cetakan III). Penerbit DPP PPNI.
  4. Zein H, Baratloo A, Negida A, Safari S. Ventilator Weaning and Spontaneous Breathing Trials; an Educational Review. Emerg (Tehran). 2016 Spring;4(2):65-71. PMID: 27274515; PMCID: PMC4893753.