21 September 2021

PEMBELAJARAN BERBASIS KASUS: DIABETES



Seorang laki-laki usia 51 tahun baru masuk ruang kelas II sebuah rumah sakit di kota Malang. Alasan pasien masuk RS adalah luka pada kaki yang tidak sembuh-sembuh. Pasien mengaku tidak menyadari kakinya terluka pada 2 minggu yang lalu. Akibat dibiarkan saja, luka saat ini bertambah luas, terdapat pus, dan warna kehitaman disekitar luka dan terasa sakit. Pasien menyatakan tidak memiliki riwayat penyakit serius sebelumnya. Namun, pasien mengaku beberapa sebelumnya sering kencing. Pasien juga sering merasa lapar dan haus. Riwayat penyakit keluarga diketahui jika bapak pasien meninggal karena penyakit jantung dan diabetes 10 tahun yang lalu.

Pasien adalah guru SD, sehari-hari mengajar murid-murid disekolah. Merasa sedih karena tidak bisa mengajar dan terus memikirkan pekerjaan di sekolah.

Pada pemeriksaan fisik, diketahui tanda-tanda vital suhu pasien 38,2° C, tekanan darah 145/90 mmHg, Nadi 88 x/menit, frekwensi pernafasan 24 x/menit. Kulit teraba panas dan kering. Pada tapak kaki terdapat luka basah ukuran 2 x 4 cm.

Hasil pemeriksaan glukosa darah acak didapati 230 mg/dL. Sel darah putih 12.000 / µl. Saat ini pasien mendapat diet DM, terapi insulin 8 unit/hari, glibenclamide 5 mg oral. Diagnosa medis: DM tipe 2.

02 September 2021

Nyeri Akut

City photo created by 8photo - www.freepik.com


Di antara diagnosis keperawatan yang sering muncul pada pasien yang dirawat di rumah sakit adalah nyeri akut. Diagnosis ini sering dikaitkan dengan berbagai kondisi, seperti: kondisi pembedahan, cedera traumatis, infeksi, sindroma koroner akut, glukoma dll.

Definisi

Diagnosa ini didefinisikan sebagai pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau fungsional, dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga berat yang berlangsung kurang dari tiga bulan.

Penyebab

Nyeri akut sering disebabkan karena:
  1. Agen pencidera fisiologis, misalnya: inflamasi, iskemia, neoplasma.
  2. Agen pencidera kimiawi, seperti: terbakar, bahan kimia iritan.
  3. Agen pencidera fisik, contoh: abses, amputasi, terbakar, terpotong, operasi, trauma, latihan fisik berlebihan.

Gejala dan Tanda Mayor

Subyektif: mengeluh nyeri
Obyektif: Tampak meringis; bersikap protektif; gelisah; frekwensi nadi meningkat; dan sulit tidur.

Gejala dan Tanda Minor

Subyektif: -
Obyektif: Tekanan darah meningkat; pola nafas berubah; nafsu makan berubah; proses berfikir terganggu; menarik diri; berfokus pada diri sendiri; dan diaforesis.

Baca juga: manajemen nyeri

Referensi

  1. Herdman T.H., & Kamitsuru, S., (2014). Nursing Diagnosis Definitions and Classification 2015-2017, 10th Edition, John Wiley & Sons, Ltd
  2. Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia, Definisi dan Indikator Diagnostik. Edisi 1 (Cetakan III). Penerbit DPP PPNI