28 February 2021

Kasus Gadar Non Trauma 3 (PBL)

 

Petunjuk Membuat Asuhan Keperawatan Gadar

  1. Pada PBL Keperawatan Gadar Non Trauma 3 ini mahasiswa kembali diberikan kasus fiktif. Selanjutnya mahasiswa disilahkan untuk mengembangkan asuhan keperawatan (askep) gadar namun relevan dengan topik. Mulailah dari tindakan triage hingga evaluasi sesuai dengan buku pedoman praktek gadar.
  2. Masing-masing mahasiswa membuat asuhan keperawatan gadar berdasarkan kasus di bawah sesuai dengan laporan pendahuluan (LP) yang telah dikumpulkan.
  3. Diketik di atas kertas A4, huruf times new roman, 1,5 spasi, dengan format yang tercantum di dalam buku panduan.
  4. Mahasiswa dilarang melakukan copy-paste (plagiarisme) makalah orang lain.

Kasus

Sindroma Koroner Akut

Seorang laki-laki usia 45 tahun di bawa ke IRD RS karena nyeri dada sebelah kiri oleh anaknya dengan kendaraan roda 4. Sesampai di RS, pasien langsung dibawa dengan kereta dorong ke dalam IRD. Saat dikaji petugas, pasien masih tampak sadar. Pasien mengeluh nyeri hebat terasa terus menerus mesti ia sedang istirahat. Nyeri terasa menekan dan menjalar ke lengan dan punggung kirinya. Pasien tampak bernafas cepat dan pendek. Pasien menyatakan biasanya nyeri akan berkurang jika istirahat. Namun saat ini nyeri tidak berkurang walaupun ia sudah beristirahat.

Status Asmatikus

Seorang wanita usia 38 tahun datang ke IRD RS dengan diantar suaminya dengan mobil. Pasien di bawa masuk ke dalam IRD oleh petugas dengan kereta dorong. Saat dikaji pasien dalam keadaan sadar, namun tampak kesulitan bernafas. Nafas pendek dan cepat. Saat ditanya, pasien mengaku merasa sesak hebat sejak 1 jam yang lalu. Tampak dada pasien turun naik saat bernafas, pernafasan cuping hidung positif dan mengerutkan bibir saat ekspirasi (pursed lip breathing). Sesak tidak berkurang meski ia sudah berkali-kali menggunakan obat hirup asma. Diketahui bahwa pasien sering mengalami serangan asma sejak 9 bulan yang lalu.

Apendiksitis akut

Seorang laki-laki usia 19 tahun datang ke IRD RS pada malam hari dengan diantar sebuah mobil. Pasien dijemput dengan kursi roda oleh petugas IRD karena kesulitan untuk berjalan sendiri. Saat dikaji pasien mengatakan merasa sakit pada perut sebelah kanan bawah secara tiba-tiba sejak beberapa jam yang lalu. Karena rasa sakit yang dirasa terus bertambah hebat, pasien khawatir dan membawanya ke RS.

Meningitis akut

Seorang laki-laki usia 29 tahun datang ke IRD RS pada pagi hari dengan diantar kendaraan roda 4. Petugas menjemput pasien dengan kereta dorong untuk membawanya ke dalam IRD. Saat dikaji orang tua pasien mengatakan bahwa 2 hari yang lalu pasien mengalami sakit kepala hebat, badan sangat panas, dan tidak tahan dengan sinar matahari atau lampu yang terang. Pasien juga tidak mau makan karena mual. Pada pemeriksaan fisik diketahui pasien mengalami kaku kuduk.

09 February 2021

Kasus Gadar Non Trauma 2 (PBL)

 

  1. Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke IRD RS diantar oleh putranya dengan mengendarai mobil. Pengantar mendatangi petugas IRD di pintu masuk dan menyampaikan bahwa bapaknya di mobil mengalami lumpuh, tidak bisa menggerakkan kaki dan tangan sebelah kanan. Petugas IRD menjemput pasien dengan kereta dorong. Saat di ruang triage pasien bisa membuka mata, RR tampak normal. Bisa bicara namun tidak jelas.
  2. Seorang perempuan usia 16 tahun datang ke IRD RS dengan diantar kendaraan roda 4 oleh bapaknya. Petugas IRD menjemput pasien dengan membawa kursi roda. Tampak pasien kesulitan bergerak atau berpindah dari mobil ke kursi roda. Pasien sering berteriak kesakitan sambil memegangi perut sebelah kanan. Dengan susah payah, pasien akhirnya bisa dipindah ke kursi roda sebelum akhirnya masuk ke dalam ruang IRD.
  3. Seorang wanita tengah baya dilarikan oleh anaknya ke IRD RS pada malam hari setelah tiba-tiba tidak sadarkan diri. Saat dibawa masuk dengan kereta dorong ke ruang IRD, sepintas anaknya menyampaikan bahwa ibunya adalah penderita diabetes. Beberapa hari ini ibunya tidak minum obat anti diabetes karena habis. Di hadapan petugas pasien tampak tidak bernafas, namun nadi masih teraba.

PETUNJUK MEMBUAT ASKEP

  1. Sebagaimana minggu pertama, mahasiswa diberikan kasus-kasus stimuli. Selanjutnya mahasiswa disilahkan untuk membuat auhan keperawatan (askep) gadar non trauma fiktif namun relevan dengan topik. Mulailah dari tindakan triage hingga evaluasi.
  2. Masing-masing mahasiswa membuat asuhan keperawatan gadar non trauma di atas sesuai dengan laporan pendahuluan (LP).
  3. Diketik di atas kertas A4, huruf times new roman, 1,5 spasi, dengan format yang tercantum di dalam buku panduan.

05 February 2021

Kasus Gadar Trauma 2 (PBL)

  1. Seorang laki-laki usia 20 tahun datang ke IRD RS diantar ambulance. Sesampai di IRD, pasien langsung dibawa oleh petugas ambulanc ke dalam IRD. Pasien tambak ngorok dan kesadaran menurun. Tampak lebam pada wajah, keluar darah pada hidung dan telinga. Kepala terbalut verban dan tampak bercak darah pada verban tersebut. Sekilas petugas ambulance menyampaikan bahwa pasien jatuh dari motornya setelah diseruduk oleh mobil dari belakang.
  2. Seorang laki-laki usia 35 tahun datang ke IRD RS diantar dengan mobil. Pasien dijemput oleh petugas IRD sambil membawa kereta dorong karena pasien tidak bisa berjalan. Pasien barusan mengalami kecelakaan tunggal dimana mobil yang dikendarainya mengalami rem blong dan menabrak pohon di samping jalan. Di ruang triage petugas mengidentifikasi bahwa pasien mengalami sesak nafas dan rasa nyeri yang hebat. Pasien tidak bisa fokus pada pertanyaan petugas karena rasa sakitnya. Tampak jejas pada dada sebelah kanan pasien.
  3. Seorang laki-laki usia 41 dilarikan tetangganya ke RS akibat ditusuk oleh orang tidak dikenal pada perut bagian kiri. Saat sampai di depan IRD, kesadaran pasien menurun akibat perdarahan yang terus mengalir. Pasien masih bernafas spontan namun mengalami penurunan rata-rata dalam semenit. Nadi lemah dan cepat, terdapat tanda-tanda penurunan perfusi perifer.
  4. Seorang wanita berusia kira-kira 18 tahun dilarikan ke RS dengan ambulance setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Sebelum dibawa oleh ambulancce, petugas ambulance telah memastikan kondisi pasien dalam keadaan sadar. Petugas melakukan pemasangan bidai karena curiga pasien mengalami rasa sakit hebat pada paha sebelah kanan. Saat tiba di IRD, pasien dalam keadaan lemah, bernafas spontan dengan RR meningkat lebih dari 30 x/mnt. Nadi juga meningkat.

PETUNJUK MEMBUAT ASKEP

  1. Kasus-kasus di atas adalah stimuli bagi mahasiswa untuk membuat auhan keperawatan (askep) gadar trauma, oleh karena itu data yang disajikan hanya sebatas untuk merangsang mahasiswa untuk berfikir kritis. Berdasarkan data tersebut mahasiswa diminta untuk membuat askep gadar trauma fiktif secara komprehensif mulai dari triage hingga evaluasi.
  2. Masing-masing mahasiswa membuat asuhan keperawatan gadar trauma di atas sesuai dengan laporan pendahuluan (LP).
  3. Diketik di atas kertas A4, huruf times new roman, 1,5 spasi, dengan format yang tercantum di dalam buku panduan.


02 February 2021

Kasus Gadar Non Trauma 1 (PBL)

  1. Wanita usia kira-kira 30 tahun datang ke IRD RS diantar oleh saudaranya dengan kendaraan roda 4. Pengantar mendatangi petugas IRD di pintu masuk dan menyampaikan bahwa ada pasien dengan kesadaran menurun karena minum baygon kira-kira 3o menit yang lalu. Petugas menyiapkan kereta dorong untuk membawa pasien masuk ke dalam IRD. Saat diterima petugas IRD, pasien tampak hanya menutup mata, mulut berbusa, dan tidak menjawab saat dipanggil namun pasien masih bernafas. Informasi dari saudaranya, pasien minum baygon 30 menit yang lalu karena bertengkar dengan suaminya.
  2. Seorang laki-laki usia 38 tahun datang ke IRD RS dengan diantar kendaraan roda 4 oleh istrinya. Didepan petugas, istrinya mengaku bahwa asma suaminya kambuh kira-kira 30 menit yang lalu. Namun tidak mereda meski sudah menghisap ventolin inhaler 100 mcg bahkan hingga 2 kali hisap, namun sesaknya tidak berkurang. Saat dicek oleh petugas, pasien sedang duduk di kursi tengah kendaraan dan tampak kesulitan bernafas. Karena mengaku kesulitan berjalan, petugas akhirnya membawa pasien masuk ruang IRD dengan kursi roda. 
  3. Seorang laki-laki usia 43 tahun tidak sadarkan diri di bawa oleh petugas ambulance ke IRD RS. Sesampai di IRS RS, petugas ambulance langsung membawa korban masuk ke dalam IRD dengan brankar ambulance. Di hadapan petugas IRD, petugas ambulance menceritakan bahwa pasien tiba-tiba jatuh pingsan ditengah-tengah keramaian di taman balaikota. Saksi disekitar pasien menyatakan bahwa pasien seorang diri saat kejadian. Pasien mengerang kesakitan sambil memegangi dadanya sebelum kemudian jatuh pingsan. Petugas ambulane sempat melakukan RJP karena korban mengalami henti jantung dan nafas. Tiga puluh menit kemudian korban kembali bernafas dan denyut nadinya teraba dan akhirnya korban di bawa ke IRD RS. Saat diperikssa oleh petugas IRD, nampak pasien menutup mata, dan tidak berespon terhadap panggilan petugas.
 

PETUNJUK MEMBUAT ASKEP: 

  1. Kasus-kasus di atas adalah stimuli bagi mahasiswa untuk membuat asuhan keperawatan (askep) gadar non trauma, oleh karena itu data yang disajikan hanya sebatas untuk merangsang mahasiswa untuk berfikir kritis. Berdasarkan data tersebut mahasiswa diminta untuk membuat askep gadar non trauma fiktif mulai dari triage hingga evaluasi. 
  2. Masing-masing mahasiswa membuat asuhan keperawatan gadar non trauma di atas sesuai dengan laporan pendahuluan (LP). 
  3. Diketik di atas kertas A4, huruf times new roman, 1,5 spasi, dengan format yang tercantum di dalam buku panduan.