 |
Pemeriksaan Dada (FK Unand, 2019)
|
Pengkajian
keperawatan terdiri dari interview dan pemeriksaan fisik. Interview dimulai dengan Status kesehatan saat
ini, status riwayat kesehatan masa lalu, riwayat keluarga, dan pola hidup. Pemeriksaan
fisik seharusnya dilakukan secara menyeluruh dari kepala hingga ujung kaki. Namun,
khusus sistem pernafasan pemeriksaan fisik meliputi inspeksi, palpasi,
auskultassi dan perkusi.
Status Kesehatan
Saat Ini
Tanyalah pasien
alasan dia mencari perawatan. Biasanya pasien dengan gangguan pernafasan
mengeluh nafas pendek, batuk, mengeluarkan sputum, wheezing, nyeri dada, dan
edema pada pada kaki. Setiap keluhan harus digali lebih jauh karakteristiknya
(silahkan rujuk pada daftar rujukan).
Status Kesehatan
Masa Lalu
Identifikasi masalah-masalah
pernafasan sebelumnya. Riwayat masa lalu memberikan petunjuk instan terhadap
kondisi pasien saat ini. Tanyalah riwayat merokok. Juga tanyakan riwayat sakit
sewaktu anak-anak, misalnya renitis alergi, dermatitis atopik, bisa mempercepat
masalah pernafasan saat ini, seperti Asthma.
Riwayat Keluarga
Tanyakan pasien apakah
ada keluarganya yang memiliki masalah-masalah seperti kanker, diabetes, anemia sickel cell, penyakit jantung, atau
sakit kronis seperti asthma dan emfisema. Pastikan apakah pasien hidup dengan
orang yang menderita penyakit infeksi seperti influenza atau tuberkulosis (TBC).
Gaya Hidup
Riwayat pasien
seharusnya juga mencakup informasi tentang gaya hidup, komunitas dan faktor
lingkungan lainnya yang mempengaruhi status pernafasannya aau bagaimana ia
menghadapi masalah-masalah respirasi. Paling penting tanyakan apakah pasien
merokok, jika ya, tanya kapan dia mulai merokok dan berapa banyak dia merokok
dalam sehari.
Baca juga: Anatomi dan Fisiologi Sistem Pernafasan
Pemeriksaan Fisik
Biasanya Anda
langsung melakukan pemeriksaan fisik setelah mendapat riwayat pasien. Namun,
pada kondisi emergensi pemeriksaan fisik tidak bisa dilakukan.
Pemeriksaan
dilakukan dari punggung/dada bagian belakang dengan mengikuti 4 langkah,
inspeksi, palpasi, auskultassi dan perkusi. Selalu bandingkan satu sisi dengan
sisi lainnya. Kemudian, periksa dada bagian depan dengan urutan yang sama. Pasien
bisa rebahan saat Anda memeriksa dada depan pasien.
Inspeksi
Bantu pasien mengambil
posisi tegak. Minta pasien membuka baju atas. Catat adanya masa, scar yang
mengindikasikan trauma atau pembedahan. Lihat kesimetrisan dinding dada. Kedua
sisi harus simetris saat istirahat ataupun saat inhalasi. Diameter dada
anterior-posterior harus setengah dari lebar dada. Lihat sudut antara iga
dengan xiphoid process, harusnya
kurang dari 90 derajat. Sudut ini bisa membesar pada penyakit paru onstruksi
kronik (PPOK).
Rerata Dan Pola
Nafas
Hitung rata-rata
nafas dalam satu menit, Normal orang dewasa memiliki rerata 12-20 kali/menit.
Pola nafas seharusnya reguler, terkoordinasi. Rasio inspirasi-ekspirasi (lama
inspirasi dibandingkan lema ekspirasi) kira-kira 1:2.
Saat inhalasi,
diagfragma turun dan otot-otot interkosta berkontraksi. Gerakan ganda ini
menyebabkan abdomen terdorong ke atas dan tulang rusuk bawah mengembang ke
samping. Saat ekshalasi, abdomen dan iga kembali ke posisi istirahat semula.
Bagian atas dada tidak banyak bergerak. Penggunaan yang sering dapat
menyebabkan hipertropi otot-otot aksesoris yang mengindikasikan masalah
pernafasan pada beberapa orang.
Inspeksi Struktur
Terkait
Inspeksi kulit,
lidah, mulut, jari, dan dasar kuku bisa juga memberi informasi tentang status
pernafasan. Warna kebiruan pada kulit atau membran mukosa bisa dianggap sianotik,
terjadi jika oksigenasi jaringan buruk dan merupakan tanda akhir dari
hipoksemia. Ditemukannya jari tabuh (clubbing
finger) merupakan tanda hipoksia. Jari tabuh terjadi jika sudut dasar kuku
lebih dari 180ยบ.
 |
Jari Tabuh (Wikipedia)
|
Palpasi
Palpasi dada
dapat memberikan informasi penting tentang sistem pernafasan dan proses yang terlibat
dalam pernafasan. Bila ditemukan krepitus subkutan (suara gemericik) saat
diraba menunjukkan adanya kebocoran udara dari jalan nafas atau paru. Rasa
nyeri bisa timbul saat palpasi dada. Fraktur tulang iga atau vertebra akan
memberi rasa sakit tepat di atas lokasi dan biasanya berradiasi di sekitar
dada. Nyeri juga bisa timbul dari otot yang sakit akibat dari batuk yang lama atau
paru-paru yang kolaps.
Palpassi fremitus
taktil. Vibrasi bisa dirasa akibat aliran udara melalui sistem bronkhopulmoner.
Fremitus menurun di atas area cairan pleura menumpuk, Saat pasien berbicara dengan
lembut, dan dengan pneumothoraks, efusi pleura dan emfisema. Fremitus biasanya meningkat
normal di atas area bronkhus, namun juga bisa meningkat abnormal pada area alveoli
berisi cairan atau eksudat, sebagaimana terjadi pada pneumonia.
Nilai
kesimetrisan dan ekspansi dinding dada pasien dengan cara meletakkan tangan di
depan dada depan pasien dengan ibu jari saling menyentuh pada ruang interkosta
kedua. Saat pasien menarik nafas panjang, lihat ibu jarimu. Harusnya ibu jari
terpisah secara simultan dan seimbang beberapa sentimeter dari sternum. Ulangi
pada ruang interkosta kelima atau pada punggung dekat iga kesepuluh.
Perkusi
Perkusi dada
untuk menentukan batas paru-paru. Periksa apakah paru-paru berisi udara, cairan
atau benda padat, dan ukur jarak diafragma saat inhalasi-ekshalasi. Perkusi
memungkinkan Anda menilai struktur sedalam (3”) atau 7,6 cm. Suara perkusi
berbeda sesuai tempat. Suara berbeda sebelum dan sesudah tindakan juga bisa
dideteksi dengan perkusi. Anda bisa mendengar suara resonan pada jaringan paru
normal pada kebanyakan area di dada. Di dada sebelah kiri, mulai ruang interkosta
ketiga dan keempat sternum hingga garis midklavikula. Anda akan mendengar bunyi
tumpul (dull) karena repat di area
tersebut terdapat jantung. Suara resonan dapat didengar kembali pada ruang
interkosta keenam.
Perkusi juga
memungkinkan untuk melihat pergeseran diafragma selama inspirasi dan ekspirasi.
Normal diafragma akan turun 3-5 cm saat inhalasi. Diafragma tidak bergerak
sejauh itu jika ada emfisema, paralisis diafragma, atelektasis, obesitas, atau
asites.
Auskultasi
Auskultasi membantu Anda menentukan kondisi
alveoli dan pleura disekitarnya. Pergerakkan udara melalui bronkhus menghasilkan
suara yang menjalar hingga dinding dada. Suara-suara yang dihasilkan oleh pernafasan
berubah saat udara bergerak dari jalan nafas yang lebih besar ke jalan nafas
yang lebih kecil. Suara-suara juga berubah jika melalui cairan, mukus, atau
jalan yang menyempit.
Auskultasi
dilakukan pada titik-titik yang sama dengan perkusi. Dengarkan inspirasi dan
ekspirasi secara penuh pada tiap-tiap titik menggunakan diafragma stetoskop.
Suara-Suara Nafas
Normal
Terdapat empat jenis
suara nafas normal di atas paru-paru normal. Jenis suara tergantung dari letaknya.
Bunyi nafas trakhea, terdengar di atas trakhea, suara kasar, nada tinggi,
diskuntinu. Terjadi saat inhalasi dan ekshalasi. Bunyi nafas bronkhus, biasanya
terdengar di sebelah trakhea, keras, nada tinggi, diskuntinu. Paling keras saat
ekshalasi. Suara bronkhovesikuler, terdengar saat inhalasi dan ekshalasi, nada
sedang, kontinu. Terdengat di sebelah sternum di antara skapula. Suara
vesikuler. Terdengar di seluruh permukaan
paru, lembut, nada rendah, memanjang selama inhalasi dan memendek selama
ekshalasi.
Klasifikasikan
tiap suara menurut intensitas, lokasi, nada, durasi, dan karakteristiknya.
Catat apakah suara terjadi saat inhalasi, ekshalasi atau keduanya. Jika suara
terdengar di area yang tidak seharusnya maka anggaplah suara abnormal.
Contohnya, jika terdengar suara bronkhus atau bronkhovesikuler pada area yang
seharusnya berbunyi vesikuler, menunjukkan bahwa laveoli atau bronkhiole pada
area tersebut berisi cairan atau eksudat karena terjadi pneumonia atau
atelektasis.
Jika ditemukan
abnormalitas selama pemeriksaan pernafasan, mungkindibutuhkan evaluasi lebih
lanjut dengan pemeriksaan diagnostik seperti analisa gas darah arteri (ABG)
atau test fungsi paru.
Vocal Fremitus
Vocal fremitus
adalah suara yang dihasilkan oleh getaran dada saat seseorang berbicara.
Transmisi bunyi suara abnormal bisa terjadi di atas area yang mengalami
konsolidasi (pemadatan). Bunyi suara abnormal yang paling sering adalah bronkhophony, egophony, whispered
pictoriloquy. Berikut bunyi suara-suara tersebut: