Selain pada orang dewasa, BHD juga bisa dilakukan pada pasien bayi. Prinsipnya tidak ada perbedaan keduanya, namun ada hal-hal kecil yang berbeda menyesuaikan ukuran bayi yang relatif kecil dibandingkan ukuran orang dewasa. Berikut akan diuraikan langkah-langkah BHD bayi berdasarkan pada algoritma BHD cardiac arrest untuk satu penolong (AHA, 2015).
Baca juga: Bantuan Hidup Dasar (BHD) Pada Orang Dewasa
Langkah 1: Periksa keamankan lokasi kejadian
Penolong dan bayi harus aman. Jangan sampai bayi mendapat cedera tambahan. Atau penolong menjadi korban berikutnya karena lokasi yang membahayakan.
Langkah 2: Cek Respon.
Goncang atau tepuk bayi secara perlahan. Bila tidak ada respon lanjutkan ke langkah selanjutnya. Hindari guncangan kasar, pergerakan kepala dan leher yang tidak perlu karena dapat menimbulkan cidera. Bayi yang tidak berespon (tidak bergerak atau tidak bersuara) berarti tidak sadar. Bayi yang tidak sadar bisa disebabkan oleh sumbatan (makanan, sekresi atau lidah yang jatuh kebelakang), henti nafas dan henti jantung
 |
Cek respon
|
Langkah 3: Aktivasi Emergency Medical Services (EMS)
Minta bantuan orang di sekitar kejadian. Aktifkan EMS (telpon ambulan) dengan ponsel (jika mungkin). Saat menghubungi ambulan, sebutkan lokasi korban, nomor telp/HP yang bisa dihubungi, Apa yang terjadi, jumlah korban, ambulan dibutuhkan segera, tutup telpon setelah diperintahkan petugas.
Langkah 4: Posisikan bayi
Posisikan bayi terlentang ditempat yang datar dan keras, kedua tungkai lurus dan lengan di sisi tubuh. Bila ada kecurigaan cidera spinal dibutuhkan 2 orang untuk memindahkan bayi untuk menghindari kepala dan leher bayi berputar.
 |
Posisi supine
|
Langkah 5: Periksa nadi dan nafas
Secara simultan melihat tidak adanya nafas atau tersengal-sengal (agonal gasping) dan cek nadi. Pertahankan head tilt dan tentukan arteri brachialis (di sisi medial lengan atas) menggunakan jari telunjuk dan tengah. Tekan dengan lembut dan rasakan denyut nadi maksmal 10 detik dan cari adanya tanda-tanda sirkulasi seperti kesadaran, gerakan, pernafasan atau batuk.
 |
Cek nadi dan nafas
|
Hasil pemeriksaan ada 3 kemungkinan, yaitu :
- Jika nadi ada dan nafas ada, posisikan bayi miring (posisi recovery) dan lakukan monitoring nadi dan nafas sampai bantuan datang
- Jika nadi ada dan nafas tidak ada, beri bantuan nafas (rescue breathing) 12 – 20 kali/menit. 1 tiupan setiap 3 – 5 detik. Lakukan selama 2 menit sebelum dicek kembali nadi dan nafas korban. Pada
saat ini jika Anda belum mengaktifkan EMS, anda boleh melakukannya.
- Jika nadi dan nafas tidak ada (gasping),segera lakukan langkah berikutnya yaitu lakukan RJP.
Langkah 6: Tentukan tempat untuk Kompresi Dada
Tempat untuk kompresi dada terletak di sepertiga bawah tulang dada (sternum). Tempat kompresi dada bayi ditentukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Pertahankan head tilt dengan satu tangan
- Tarik garis imajiner diantara dua puting dengan jari telunjuk tangan yang satunya
- Letakkan jari tengah dan jari manis disebelah jari telunjuk
- Pindahkan ketiga jari tersebut ke sternum
- Tegakkan ketiga jari
- Angkat jari telunjuk sementara jari tengah dan jari manis tetap di tempat
 |
| Menentukan kompresi dada |
Langkah 7: Lakukan Kompresi Dada
Badan membungkuk dan pipi Anda dekatkan di mulut dan hidung bayi. Lakukan kompresi dengan hitungan :
1,2,3,4,5,6,7,8,9,10, 1,2,3,4,5,6,7,8,9,20, 1,2,3,4,5,6,7,8,9,30.
- Lakukan kompresi dada dengan kecepatan 100-120 x/menit. Rasio kompresi dan ventilasi 30 : 2, lakukan sebanyak 5 siklus selama kira-kira 2 menit. Bila dilakukan oleh 2 orang penolong rasio kompresi dan ventilasi 15 : 2
- Jangan mengangkat jari-jari dari sternum agar posisi yang benar tidak berubah
- Jangan terlalu kuat saat melakukan kompresi untuk menghindari cidera.
 |
Kompresi dada
|
Langkah 8: Evaluasi (cek nadi dan nafas)
Periksa nadi, tanda-tanda sirkulasi dan pernafasan setiap 5 siklus BHD 30 : 2. Bila nadi tidak teraba, lanjutkan BHD 30 : 2. Bila AED sudah terpasang, evaluasi irama jantung dan selanjutnya ikuti perintah dari AED. Bila nadi teraba, periksa pernafasan bayi. Bila tidak ada nafas, lakukan rescue breathing 12-20 x/menit dengan hitungan “satu ribu, dua ribu, tiup” (satu tiupan nafas tiap 3-5 detik). Bila nadi dan nafas ada, letakkan bayi pada posisi recovery. Monitor nadi, tanda-tanda sirkulasi dan pernafasan bayi setiap beberapa menit hingga bantuan datang atau bayi menjadi sadar.
Daftar Pustaka
- SingHealth Alice Lee Institute of Advanced Nursing (2017). Basic Cardiac Life Support Course.
- AHA (2015). Guidelines CPR dan ECC