29 May 2017

Di Peringkat Berapakah Kita?


Oleh : KH. Ahmad Mudzoffar Jufri, MA*

Imam Ibnul Jauzi membagi orang-orang yang hidup pada masa generasi salaf, dalam hal qiyamullail, menjadi tujuh peringkat sebagai berikut:

PERINGKAT PERTAMA: Mereka yang menghidupkan malam secara penuh, yakni melakukan qiyamullail sepanjang malam tanpa tidur sama sekali. Sehingga diantara mereka ada yang melakukan shalat subuh dengan wudhu isya'.

PERINGKAT KEDUA: Mereka yang melakukan qiyamullail separuh malam.

PERINGKAT KETIGA: Mereka yang menunaikan qiyamullail sepertiga malam. Nabi SAW. bersabda (yang artinya): "Shalat yang paling dicintai Allah 'Azza wa Jalla adalah shalat (Nabi) Dawud. Dimana beliau dulu tidur separuh malam, shalat qiyamullail sepertiga malam, dan tidur (lagi) seperenam malam" (Muttafaq 'alaih).

PERINGKAT KEEMPAT: Mereka yang mengerjakan shalat qiyamullail seperenam malam atau seperlima malam.

PERINGKAT KELIMA: Mereka yang tidak memiliki standar batasan waktu tertentu. Sehingga salah seorang dari mereka misalnya melakukan shalat qiyamullail sampai rasa kantuk menyergapnya lalu tidur. Dan saat bisa bangun (di tengah/penghujung malam) baru ia shalat lagi.

PERINGKAT KEENAM: Sekelompok orang yang mendirikan shalat malam empat rakaat atau dua rakaat saja.

PERINGKAT KETUJUH; Golongan orang yang melakukan shalat (sunnah) selama waktu antara maghrib dan isya', lalu bangun pada penghujung malam menjelang subuh. Sehingga, dengan begitu, mereka menggabungkan antara dua ujung (malam). Nabi SAW. bersabda (yang artinya); "Sungguh pada malam hari terdapat satu waktu, dimana tak seorang muslimpun memohon suatu kebaikan kepada Allah tepat pada waktu itu, melainkan Allah akan memberikannya. Dan itu setiap malam" (HR. Muslim).

Selanjutnya Imam Al-Ghazali menyebutkan faktor-faktor pendukung yang memudahkan seseorang untuk qiyamullail, baik yang bersifat lahiriah maupun batiniah (bersifat maknawi). Dan yang bersifat lahiriah ada empat hal, sebagai berikut:

PERTAMA: Tidak banyak makan dan minum, yang akan membuatnya gampang tidur dan berat untuk bangun qiyamullail.

KEDUA: Tidak berlelah-lelah, pada siang hari, dengan hal-hal yang tidak berguna.

KETIGA: Tidak meninggalkan qailulah (tidur siang), karena ia (qailulah) akan membantunya untuk bisa bangun shalat malam.

KEEMPAT: Tidak melakukan dosa di siang hari, yang akan menghalanginya untuk bisa bangun shalat di malam hari.

Sementara itu faktor penyebab/pendukung (qiyamullail) yang bersifat maknawi, juga ada empat hal, yaitu:

PERTAMA: Bersihnya hati dari kebencian terhadap sesama muslim, dari bid'ah dan dari dominasi kesenangan duniawi.

KEDUA: Rasa takut (kepada Allah) yang dominan di hati, disertai kesadaran akan pendeknya masa hidup di dunia.

KETIGA: Meyakini besarnya fadilah qiyamullail.

KEEMPAT: Ini merupakan faktor pemotivasi paling mulia. Yakni rasa mahabbah (kecintaan) kepada Allah dan kuatnya rasa iman bahwa, saat qiyamullai itu tiada satu hurufpun yang terucap melainkan berarti ia sedang bermunajat dengan Rab-nya.


Salam spesial Ramadhan dari pengharap doa hamba-hamba bertaqwa.

*Dewan Penasihat IKADI Jawa Timur

Bintang Kampus

Terlahir di bumi Arema pada tanggal 21 Mei 1996 silam, salah satu mahasiswa dari Prodi D-III KL ini ternyata memiliki seabrek prestasi. Tahun 2014, saat masih duduk dibangku SMA, Raka menyabet “The best dancer mog dance of the week”. Setelah menjadi mahasiswa Prodi D-III KL, dari tahun 2015 hingga saat ini, setidaknya tercatat 8 prestasi yang beliau raih mulai dari menjadi “Bintang Televisi tingkat Jawa Timur” di tahun 2015 hingga Finalis Mr. Ms. Youth Asia tahun 2016.

Mahasiswa yang memiliki nama lengkap Muhammad Raka Hadinata ini memang memiliki talenta dibidang seni dan humaniora. Meski ia saat ini menjadi mahasiswa di Prodi D-III KL, namun cita-citanya sejak dulu ingin menjadi seorang aktor. Oleh karena itu, sedari awal ia aktif mengikuti kegiatan-kegiatan di bidang tersebut.



Saat ditanya kunci keberhasilannya meraih segudang prestasi, ia mengatakan bahwa “kuncinya adalah ia tidak pernah takut berkarya, tidak pernah takut untuk maju, berjuang dan yang terpenting ia tidak mendengarkan kata orang-orang yang mencomoh dan menghinanya. Justru mereka yang menghina merupakan sumber kekuatan bagi dia sehingga dapat  berdiri sampai saat ini.” jawab mahasiswa yang tinggal di jl. Taman Borobudur Indah B.12B Malang ini.

Alasan luar biasa Raka di atas tidak lepas dari kehidupannya yang keras sejak kecil. Raka adalah anak pertama tunggal. Kedua orang tuanya bercerai ketika ia masih TK. Setelah bercerai masing-masing orang tuanya menikah lagi dan kemudian mereka memiliki keluarga masing-masing. Sementara Raka tinggal bersama dengan nenek dari ayahnya hingga saat ini.

Bagi teman-teman di kampus 2, Raka berpesan “jadilah sosok mahasiswa yang tidak hanya menjadi mahasiswa saja. Tetapi jadilah mahasiswa dengan penuh prestasi”. SESEORANG YANG BERBAKAT SEHEBAT APAPUN AKAN KALAH DENGAN SESEORANG YANG MEMILIKI HOBBY DAN PASTINYA BEKERJA KERAS DAN TEKUN. Ingin melihat-lihat prestasi Raka, Berikut dokumentasi kompetisi-kompetisi yang pernah ia ikuti:

Bintang TV 2015

English Competition 2016

Mr & Ms Youth Asia 2016

Cover Boy Jawa Timur 2016 

Modeling Competition, Malang Fashion City 2017

23 May 2017

Ujian Online MK Etika Keperawatan


Pada semester ini kita mencoba untuk melakukan ujian online pada mata kuliah Etika Keperawatan. Mereka yang ujian adalah mahasiswa dari tingkat I program Studi D-III KL. Sebenarnya ujian online ini adalah yang kedua kalinya. Ujian Online Pertama dilakukan oleh tim keperawatan gerontik. Semoga ujian online ini sukses dan akan terus dikembangkan sehingga adanya celah dan kelemahan sistem bisa disempurnakan untuk ujian yang lebih baik. 
  1. Klik disini untuk melakukan ujicoba ujian online
  2. Klik disini untuk memulai Ujian Akhir Semester MK Etika tahun 2017

18 May 2017

Mind Management in Elderly


Problema yang bisa muncul pada keperawatan lansia dapat dikategorikan menjadi 3 masalah yaitu masalah-masalah yang disebabkan proses menua (aging process), masalah-masalah yang berhubungan dengan penyakit jangka panjang dan masalah-masalah psikologis.

Masalah yang disebabkan karena proses menua meliputi penyakit katarak, glukoma, tuli persepsi, osteoporosis, emfisema, gangguan indra tertentu dan perubahan mental. Penyakit jangka panjang terdiri dari penyakit-penyakit degeneratif, kanker, diabetes, penyakit pernafasan gangguan sistem perkemihan dan stroke. Sedangkan masalah psikologis meliputi gangguan memori, masalah seksualitas, gangguan emosional, ansietas, dan depresi. 

Berbagai masalah yang timbul pada lansia di atas bisa disebabkan karena radikal bebas yaitu suatu molekul yang kehilangan satu buah elektron dari pasangan elektron bebasnya. Akibatnya molekul menjadi tidak stabil dan mudah bereaksi dengan molekul lain membentuk radikal baru. Meski tubuh manusia memiliki auto protection, namun dalam kondisi tertentu bila kejadian ini berulang terus maka bisa jadi radikal bebas akan merusak sel, atau merubah DNA penyebab kanker. 

Salah satu penyebab dari munculnya radikal bebas adalah STRESS. Oleh karena itu, menghindari stress adalah tindakan untuk mencegah terjadinya masalah pada lansia. Salah satu tindakan pencegahannya adalah manajemen berfikir, demikian papar Lelik Adiyanto, S.Kep., Ns dalam sebuah stadium general di kampus 2 Polkesma. 

Lelik yang lahir 44 tahun di Semarang ini lantas menayangkan wajah-wajah lansia yang tampak berbahagia pada usia lansia seperti Kolonel Harland Sanders pemilik KFC, Bob Sadino salah satu konglomerat Indonesia. Wajah-wajah mereka tampak tersenyum bahagia. Kondisi inilah yang seharusnya dimiliki oleh para lansia agar bisa hidup sehat bebas dari segala macam penyakit.

Hampir 120 menit pakar yang Ahli di bidang keperawatan komplementer ini menyampaikan pencerahan kepada mahasiswa Polkesma kampus 2. Selama pemaparan, mahasiswa dibuat bersemangat untuk lebih aktif dalam merespon dinamika di ruang aula. Setidaknya 3 kali beliau merogoh uang untuk dibagikan kepada mereka yang "move on". Berikut dokumentasi kuliah tamu di kampus 2:

Lelik Adiyanto, S.Kep., Ns.

Mahasiswa antusias mengikuti general stadium

Berebut hadiah dari pembicara

Tali asih dari kaprodi D-III KL kepada Pembicara

Keutamaan Sikap Pemaaf


Pada suatu hari, Rasuu lullah SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya. 
Di tengah perbincangan dengan para sahabatnya, tiba-tiba Rasulullah saw. tertawa ringan sampai-sampai terlihat gigi beliau yang putih dan rapih. 

Umar r.a. yang berada di di situ, bertanya,  "Demi engkau, ayah dan ibuku sebagai tebusannya, apa yg membuatmu tertawa, wahai Rasulullah?"

Rasulullah SAW menjawab, 

"Aku diberitahu bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala mereka di hadapan Allah. 
Salah satunya mengadu kepada Allah sambil berkata, ‘Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku’._

Allah SWT berfirman, "Bagaimana mungkin saudaramu ini bisa melakukan itu, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya?"

Orang itu berkata,  "Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku dipikul olehnya."

Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca. Beliau Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis...

Lalu, beliau Rasulullah berkata, 
"Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya."

Rasulullah SAW  melanjutkan kisahnya.

Lalu Allah berfirman kepada orang yang mengadu tadi, 
"Angkat kepalamu..!"

Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata,
"Ya Rabb, aku melihat di depanku ada istana2 sangat megah yang terbuat dari emas, dan di dalamnya terdapat singgasana yang terbuat dari emas dan perak bertatahkan berlian, intan dan permata.

Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb?
Untuk orang jujur yang mana, ya Rabb? 
Untuk syuhada yang mana, ya Rabb?’

Allah berfirman, 
"Istana-istana itu diberikan kepada orang yang mampu membayar harganya."

Orang itu berkata, 
"Siapakah yang bakal mampu membayar harganya, ya Rabb?"_

Allah berfirman, 
"Engkau juga mampu membayar harganya.

Orang itu terheran-heran, sambil berkata, 
"Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb?"_

Allah berfirman, 
"Caranya, engkau maafkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku."

Orang itu berkata, 
"Ya Rabb, kini aku memaafkannya."

Allah berfirman, 
"Kalau begitu, pegang tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu."

Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah saw. bersabda, 
"Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian saling berdamai, sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin."

(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih.)

10 May 2017

Pembukaan Character Building 2017


Rabu, 10 Mei 2017 petang hari, selepas matahari terbenam di ufuk barat, Character Building Polkesma tahun 2017 (CB 2017) dibuka oleh Direktur, Bpk. Budi Susatia, SKp, M.Kes. Dihadiri oleh 322 peserta, Direktur Polkesma menuturkan bahwa tema character building tahun 2017 adalah one spirit, one dream, one happiness. Kesatuan semangat dalam meraih sebuah cita-cita untuk kebahagian bersama bagi seluruh civitas akademika Polkesma. Direktur menegaskan bahwa impian bersama Polkesma adalah membuka pintu gerbang dunia. Untuk itu dibutuhkan komitmen dan kerjasama dari seluruh komponen yang ada. Dengan CB 2017, diharapkan seluruh komponen yang saat ini mengikuti kegiatan mampu membangun komitmen dan kerjasamanya agar impian Polkesma untuk membuka gerbang dunia bisa terwujud.

Acara pembukaan CB 2017 dilakukan setelah semua peserta tiba di tempat acara. Meski hanya mendapat istirahat 1-2 jam setelah perjalanan jauh dari Kota Malang, peserta tampak antusias mendatangi acara pembukaan yang digelar di tempat terbuka tepat dibibir pantai Gili Trawangan sebelah barat ini. Rencananya CB 2017 akan berlangsung selama 4 hari di Kota Mataram Propinsi NTB.

Kegiatan-kegiatan dalam CB2017 ditujukan untuk membangun komitmen dan kerjasama tim. Oleh karena itu materi-materi yang akan disampaikan berkaitan dengan motivasi terutama motivasi spiritual, serta permainan-permainan atau game-game dalam kelompok. Semoga cita-cita Polkesma bisa terwujud. Berikut dokumentasi acara dari perjalanan hingga dibukanya kegiatan CB 2017 (abi/asa).








03 May 2017

Seminar dan Workshop Keperawatan 2017 : Call for Paper


Seminar dan Workshop Keperawatan 2017 yang akan diselenggarakan oleh Candle ini sangat menarik. Pasalnya kegiatan tidak hanya dalam bentuk seminar dan workshop, namun juga menerbitkan prosiding. Selain itu, biaya registrasi terhitung sangat ekonomis hanya dengan membayar 70-75 ribu rupiah Anda sudah dapat mengikuti seminar dan workshop dengan nilai 3 SKP PPNI Propinsi Jawa Timur. Belum lagi kalau Anda melakukan pendaftaran secara kolektif, ada bonus 1 tiket gratis bagi setiap 15 peserta. Dan bagi Anda yang beruntung  bisa membawa pulang puluhan doorprice.

Sementara itu, untuk mengikuti prosiding Anda cukup dikenakan biaya 200 ribu rupiah. Bagi mereka yang menginginkan angka kredit penulisan artikel, jangan khawatir karena buku prosiding sudah ber-ISSN yang bisa digunakan untuk kenaikan pangkat atau untuk laporan kinerja.

Kegiatan seminar dan workshop akan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 21 Mei 2017 bertempat di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jl. Mayjen Sungkono No. 28 Kota Kediri Jawa Timur. Ayo buruan, bagi yang berminat silahkan melihat brosur di atas untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut. (abi/asa)