28 January 2017

Temu Penguatan Kapasitas Anak dan Keluarga "TEPAK"

Sabtu sore, dibawah mendung yang sangat gelap rombongan 9 orang dari Prodi D-III KL yang terdiri dari 1 orang dosen dan 8 orang mahasiswa bergerak menuju desa Bedali Kecamatan Lawang. Hari itu mereka akan melaksanakan pengabdian masyarakat di rumah salah satu keluarga yang menjadi binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Robbani. 

Sebelumnya LKSA Robbani mengajukan permohonan penyuluhan kesehatan kepada Prodi D-III KL dalam rangka menguatkan keluarga-keluarga yang menjadi binaannya agar lebih berdaya di dalam pemeliharaan kesehatan.

LKSA Robbani merupakan lembaga yang didirikan dalam rangka untuk mendampingi dan membina anak-anak yang bermasalah, anak yatim piatu dari keluarga tidak mampu, atau dari keluarga bermasalah. Menurut Eni Umronah (44), pimpinan LKSA Robbani, jumlah anak asuh LKSA Robbani berjumlah 145 anak. 15 anak di antaranya tinggal di dalam panti. Lebih lanjut Eni memaparkan bahwa saat ini LKSA Robbani sudah menjalankan standar pengasuhan anak sesuai dengan ketentuan Kementerian Sosial RI dan terakreditasi A.

Dalam rangka menunjukkan kepedulian terhadap anak asuh, LKSA Robbani mendirikan Family Development (Penguatan Kapasitas Anak Asuh) yang saat ini tersebar di 7 titik di kecamatan Singosari dan Lawang. Kegiatan ini kemudian di kemas dalam bentuk Temu Penguatan Kapasitas Anak dan Keluarga yang disingkat TEPAK. Salah satu agenda dalam kegiatan itu adalah penyuluhan kesehatan bagi keluarga.

Pemeriksaan tekanan darah
Kegiatan TEPAK di desa Bedali merupakan kegiatan awal di tahun 2017. Kegiatan dilaksanakan dengan beberapa aktivitas dimulai dari pemeriksaan tekanan darah bagi peserta TEPAK oleh mahasiswa prodi D-III KL, pengukuran tinggi badan dan berat badan untuk menentukan indeks masa tubuh (IMT) dilanjutkan dengan motivasi dan penyuluhan kesehatan. 

Suasana Penyuluhan Kesehatan
Sebelum penyuluhan kesehatan dilakukan, Arief Bachtiar (42), dosen prodi D-III KL yang akan memberi penyuluhan, memulai dengan memaparkan Profil Prodi D-III KL yang mencakup Visi Misi, struktur organisasi dan pengenalan kampus 2 secara umum. Arief menyampaikan kepada peserta kemungkinan anak-anak dari peserta TEPAK untuk menjadi mahsiswa di kampus 2 khususnya bagi anak-anak mereka yang berminat di bidang kesehatan. Tidak lupa, amanat Direktur Polkesma yang akan memprioritaskan anak-anak yang hafal Al Qur'an minimal 5 juz untuk diterima di Polkesma melalui jalur prestasi, imbuh Arief.

Pengukuran tinggii badan dan berat badan
Peserta TEPAK
Penyuluhan kesehatan mengambil tema Perilaku Hidup Bersih & Sehat (PHBS) di dalam rumah tangga. 10 indikator PBHS dalam rumah tangga dipaparkan dengan gamblang yang meliputi: 
  1. Persalinan oleh tenaga kesehatan
  2. Asi eksklusif
  3. Menimbang bayi dan balita
  4. Ketersediaan air bersih
  5. Cuci tangan pakai sabun
  6. Penggunaan jamban sehat
  7. Pemberantasan jentik
  8. Makan buah dan sayur tiap hari
  9. Aktivitas fisik setiap hari, dan 
  10. Tidak merokok di dalam rumah

Di sesi terakhir dibuka tanya jawab seputar materi penyuluhan maupun masalah kesehatan secara umum. Rencananya kegiatan serupa akan digilir ke 7 tempat pembinaan keluarga selama satu tahun. (abi/asa)






23 January 2017

Loker PT Rolas Nusantara Medika

PT Rolas Nusantara Medika adalah perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan di wilayah Jember, Banyuwangi, Malang dan Surabaya. Dalam rangka memenuhi karyawan RS Kaliwates Jember, RSU Bhakti Husada-Glenmore Banyuwangi, Klinik Pratama Rolas Medika Jember, maka memberi kesempatan dan membuka pendaftaran penerimaan karyawan profesi kesehatan. Diantaranya perawat lulusan D-III Keperawatan. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada Pengumuman dengan No. RS-RNM-03/X/19/2017. Klik disini

14 January 2017

Jaw-Thrust Maneuver

         
Sumber: Janet Fong, 2012

Salah satu dari cara manajemen airway adalah Jaw-Thrust Manuver. Bersama dengan head tilt chin lift, jaw thrust maneuver termasuk dalam manajemen airway dasar. kedua cara ini menyebabkan lidah tertarik ke depan sehingga membuka faring. Perbedaannya terletak pada dampak tindakan pada gerakan tulang servical (leher). Head tilt chin lift menyebabkan gerakan pada tulang leher yang berlebihan. Sedangkan jaw trust manuever relatif tidak menyebabkan gerakan pada tulang leher. Oleh sebab itu tehnik yang terakhir ini lebih aman digunakan pada korban yang dicurigai ada cidera tulang spinal, terutama pada derah leher.

Langkah-langkah melakukan jaw thrust maneuver adalah sebagai berikut;
  1. Posisikan pasien telentang (supine position)
  2. Penolong mengambil posisi di atas kepala korban
  3. Tempatkan jari telunjuk dan jari tengah kedua tangan penolong pada bagian belakang tulang mandibula (rahang) kemudian angkat ke atas, sementara kedua ibu jari penolong mendorong dagu kebawah untuk membuka mulut 
Berikut video langkah-langkah jaw thrust maneuver :




Saat ini ada modifikasi jaw thrust maneuver disebut sebagai modified jaw thrust maneuver. Berikut bisa dilihat videonya:


Selamat Belajar!..

13 January 2017

Head Tilt Chin Lift

Manajemen airway adalah tindakan membebaskan jalan nafas dari sumbatan dengan tujuan agar terjadi pertukaran udara. Pada orang tidak sadar, sumbatan biasanya disebabkan karena lidah jatuh ke belakang. Untuk mencegah agar lidah tidak jatuh ke belakang maka dilakukan head tilt chin lift. Head tilt chin lift kalau diartikan dalam bahasa kita. Tekan dahi angkat dagu. Kata "tilt" sebenarnya kurang tepat jika diartika "tekan". Sebab dalam bahasa Inggris "tilt" berarti miring.

Bagaimana cara melakukan head tilt chin lift? berikut langkah-langkahnya:

  1. Posisikan korban di tempat yang datar
  2. Penolong mengambil posisi di sebelah kanan korban
  3. Letakkan tangan kiri pada dahi
  4. Tangan kanan mengangkat dagu korban dengan dua jari telunjuk dan jari tengah hingga kepala hiperekstensi
Berikut link video yang bisa dilihat:




Selamat belajar!

12 January 2017

Pemberitahuan Registrasi Administrasi dan Akademik Semester Genap 2016/2017


Sesuai dengan Kalender Akademik Poltekkes Kemenkes Malang Tahun Akademik 20161/2017, dengan ini disarnpaikan beberapa hal sebagai berikut:

Periode Registrasi Administrasi dan Registrrsi Aksdemik Online
Periode Registrasi Administrasi (Pembayaran SPP) dan Registrasi Akademik (KRS) Online Sernester Genap T A. 201612017 dilaksanakan mulai tanggal 30 Januari s/d 8 Februari 2017

Prosedur Registrasi Administrasi dan Registrasi Aksdemik Online

  1. PTA Akademik Jurusan, Sekretaris prodi dan Pelaksana Teknis SIAKAD untuk munyelesaikan pengolahan nilai (KHS) Smester Ganjil TA. 201612017 pada Aplikasi SIAKAD sampai dengan tanggal 20 Januari 2017, serta menyiapkan Distribusi Mata Kuliah sehubungan dengan Registrasi Akadernik (KRS) Online Sernester Genap Tahun Akadanik 2016/2017.
  2. Semua mahasiswa yang telah menyelesaikan Registrasi Administrasi WAJIB mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) online
  3. Dosen Pembimbing Akademik (PA) untuk memonitor mahasiswa bimbingannya dalam proses pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) online.
  4. Semua proses pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) online oleh Mahasiswa dan Persetujuan Kartu Rencana Studi (KRS) online oleh Dosen Pernbimbing Akademik untuk dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
  5. Mahasiswa yang tidak melakukan Registrasi Administrasi dan Registrasi Akademik sampai dengan batas waktu yang ditentukan maka mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan Status Non-Aktif
  6. Mahasiswa yang mengajukan Cuti Akademik tetap melakukan Registrasi Administrasi sesuai ketentuan pada tanggal 9 Februari 2017.
Demikian, untuk menjadi perhatian.

Surat Resmi dapat diunduh disini

05 January 2017

AMI Kampus 2 Polkesma

Hari ini Audit Mutu Internal (AMI) digelar di Kampus 2 Polkesma. AMI merupakan kegiatan rutin tiap semester yang dilaksanakan di seluruh Program Studi termasuk Program Studi D3 & D4 Keperawatan yang berada di Kampus Lawang. Rencananya AMI dilakukan  sehari mulai pkl. 08.30 hingga selesai. Hadir sebagai Auditor Internal Ibu Astutik Pudjirahayu, M.Kes selaku ketua tim dan 3 orang anggota Dr. Tri Johan AY., SKp, M.Kep, dan Sri Winarsih, M.Kes. dari Jurusan Keperawatan, serta IDN Supariasa, MPS, dari Jurusan Gizi.

"Saat ini Polkesma memiliki 64 Auditor internal," jawab bu Tutik, panggilan sehari-hari ketua tim auditor. "13 diantaranya adalah asesor LAMPT Kes baik dari keperawatan, kebidanan, Gizi dan PMIK" imbuh beliau.

AMI saat ini masih menggunakan format lama, dimana isi borang AMI sama persis dengan borang LAMPT Kes. Ada 7 standar yang akan diaudit meliputi Standar 1)  Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian Standar 2) Tata  pamong, kepemimpinan, sistem  pengelolaan, dan penjaminan mutu, Standar 3) Kemahasiswaan dan lulusan, Standar 4) Sumber daya manusia, Standar 5) Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik, Standar 6) Pembiayaan, prasarana, sarana, dan sistem informasi, Standar 7) Pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama

Dalam sambutannya Bu Tutik menyampaikan bahwa kegiatan AMI sangat penting bagi alumni. Alumni sangat membutuhkan peringkat akreditasi institusi unggul bukan saja di dunia kerja namun juga dibutuhkan bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Oleh karena itu, bagi prodi-prodi yang masih memungkinkan untuk ditingkatkan status akeditasinya, akan didorong untuk melakukan reakreditasi sebelum berakhir masa berlaku akreditasinya. Di Polkesma sudah ada 2 prodi yang mampu meraih peringkat B walau belum meluluskan mahasiswa sehingga besar kemungkinan prodi-prodi yang sudah meraih peringkat B dan meluluskan untuk ditingkatkan menjadi peringkat unggul. Rencananya akhir tahun 2017 melalui unit Penjaminan Mutu, Polkesma akan memulai pendaftaran reakreditasi bagi prodi-prodi yang memungkinkan untuk reakreditasi sehingga awal tahun 2018 dapat dilakukan akreditasi ulang.

Astutik Pudjirahayu, M.Kes, Kanit Penjamu Polkesma
"Berbagai hal perlu dipersiapkan untuk menghadapi reakreditasi, mulai dari penyusunan visi misi, peningkatan tata pamong, kegiatan-kegiatan prodi baik akademik maupun kemahasiswaan hingga peningkatan sarana dan prasaranan serta penelitian dan pengabdian masyarakat, Semuanya harus diarahkan sesuai dengan keunggulan prodi". jelas dosen senior yang membidani penjaminan mutu di direktorat ini.

Setelah memberikan sambutan, tim auditor berkenan untuk berfoto bersama sebagai dokumentasi prodi. Dimulai dari foto bersama dengan seluruh dosen dan tenaga pendidik dari Prodi D-III Keperawatan Lawang kemudian disusul oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan dari Prodi D-IV Keperawatan Lawang.

Berikut dokumentasi saat AMI berlangsung :

Ketua Program Studi D-IV KL memberi sambutan pada pembukaan AMI

Auditi dari Prodi D-III dan D-IV KL
   
Suasana Audit 


03 January 2017

Apel Pertama di Tahun 2017

dari kiri, Kaprodi D-III KL, Mad Solihin, Satugi dan Kaprodi D-IV KL
Apel pagi di kampus 2 Polkesma terasa berbeda dari biasanya. Pertama, apel pagi ini adalah apel yang pertama kali dilakukan di tahun 2017. Kedua, apel dilakukan pada hari selasa. Biasanya apel dilakukan pada hari senin. Ketiga, ada penghargaan kepada pegawai kampus 2 yang memiliki kinerja sangat baik.

Apel dimulai tepat pkl. 07.30 WIB, dipimpin oleh Ketua Program Studi D-IV Keperawatan Lawang, Supono, S.Kep., Ns, M.Kep, SpMB. Dalam arahannya, Pak Pono, nama panggilan pemimpin apel, membagi pegawai menjadi 4 macam. Pertama, pegawai yang kurang disiplin datang dan pulang. Kedua, pegawai yang datang lebih awal dan pulang paling lambat. Ketiga, pegawai yang datang tepat waktu, istirahat dan pulang juga tepat waktu. Hanya saja ditengah-tengah waktu tersebut tidak jelas keberadaannya. Dan yang keempat adalah pegawai yang disiplin dan produktif.

Berkaitan dengan informasi dan kegiatan ke depan dari masing-masing program studi, beliau mengingatkan agar semua pegawai berperan serta dalam persiapan Audit Mutu Internal (AMI) yang akan dilaksanakan pada hari kamis dua hari lagi, tanggal 5 Januari 2017. Beliau juga mengingatkan untuk menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang belum tuntas seperti kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, serta yang tidak kalah penting kegiatan evaluasi mahasiswa baik uji tulis maupun praktik. 

Selanjutnya beliau menyampaikan sebuah refleksi bagi seluruh pegawai di kampus 2 di tahun 2016. Setiap dosen dan tenaga kependidikan harus berubah, berubah ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu beliau menyampaikan nasihat 10 jenis buah yang bisa digunakan untuk berubah ke arah lebih baik. 10 jenis buah itu adalah :
  1. MARKISA : Mari Kita Sabar
  2. STROBERI : Selalu Introspeksi Belajar Rendah Hati
  3. SALAK : Selalu Baik Dalam Bertindak
  4. JERUK : Jangan Berbuat Buruk
  5. PISANG : Pantang Iri, Sombong, dan Angkuh
  6. ANGGUR : Anda Gemar Bersyukur
  7. MELON : Menolong Orang Lain
  8. TOMAT : Tobat Sebelum Kiamat
  9. TALAS : Tak Ada Kata Malas
  10. MENTIMUN : Menuntut Ilmu Tidak Banyak Melamun
Terakhir beliau menyampaikan agar kebiasaan yang tidak baik di tempat kerja untuk segera ditinggalkan. Misalnya masih adanya pegawai yang merokok di area kampus. Beliau menyampaikan sebuah contoh di puskesmas yang mendapat nilai kurang baik hanya disebabkan kedapatan putung rokok di area pukesmas. Memakai sandal saat datang ke kantor, menunjukkan pegawai tersebut kurang siap bekerja. Masih banyak lagi hal-hal lain yang perlu dibenahi agar kampus 2 bisa mewujudkan visi dan misinya menjadi institusi pendidikan kesehatan yang berkarakter dan unggul di tahun 2019.

   

Sebelum mengakhiri apel, 2 orang pegawai mendapatkan penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya pada institusi. Kedua orang tersebut adalah Muhammad Solihin (49) dan Satugi (53). Selamat pak Mad dan pak Tugi, ucap kedua Kaprodi sembari memberi reward kepada kedua orang tersebut. Semoga dedikasi dan pengabdiannya mendapat balasan Yang Maha Kuasa dan menjadi teladan bagi yang lain. (abi/asa)