31 December 2016

Renungan Menjelang Pergantian Tahun 2016 Ke 2017 M


Alloh SWT berfirman dalam salah satu ayat-Nya, 

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

"Dewi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan nasihat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasehati supaya mentaati kesabaran". (QS 103:1-3). 

Yang dimaksud dengan al 'Ashr di atas adalah waktu atau umur. Waktu menunjukkan masa. Waktu terus berjalan. Ada masa lalu, sekarang dan akan datang. Tidak ada seorangpun mengetahui kapan waktu bermula. Demikian pula kapan waktu berakhir. 

Orang mengenal waktu dari pergantiannya. Pergantian tahun, bulan, minggu, hari dan seterusnya. Orang menyebut pergantian tahun dengan tahun baru, menyebut pergantian bulan dengan bulan baru. Namun jarang orang menyebut minggu baru. Demikian pula dengan hari baru tidak pernah kita dengar. 

Di antara pergantian waktu, pergantian tahun adalah waktu yang disambut dengan suka cita oleh sebagian besar manusia saat ini. Padahal setelah terjadinya pergantian tahun kita akan bertemu juga dengan hal-hal seperti biasanya. Kita akan bertemu dengan pekerjaan kita, bertemu dengan orang-orang yang sama, bertemu dengan hal-hal yang kita suka, juga hal-hal duka. Namun banyak orang berharap bahwa dengan pergantian tahun maka berganti pula kondisi kehidupan kita. Berubah dari kondisi  yang kurang baik kepada kondisi yang lebih baik.

Mengapa setiap orang berharap agar berubah ke arah yang lebih baik? jawabnya adalah karena ia suatu keuntungan. Sebaliknya, orang tentu tidak mengharap kerugian dengan perubahan ke arah yang lebih buruk dari kondisi sebelumnya. Dalam QS. 103:1-3 di atas, syarat agar kita tidak merugi jika dikaitkan dengan waktu adalah ada 4 syarat yaitu kita harus beriman, beramal sholih, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Kenapa harus beriman? karena ia adalah sebuah tiket. Tidak semua orang bisa mendapat tiket. Oleh karena itu, beruntung sekali orang yang bisa mendapat tiket, karena ia bisa mendapat fasilitas yang tertuang dalam tiketnya. 

Kemudian kenapa harus beramal sholih, karena ia adalah sebuah ladang yang menghasilkan bekal. Tanpa bekal meski mendapat tiket, perjalanan akan terasa menyiksa. Demikianlah orang yang beriman, namun melalaikan  untuk bercocok tanam. Pada akhirnya mereka tidak bisa memanen ladangnya.

Nah, mereka yang bekerja menanam di ladang agar berhasil memanen bukanlah pekerjaan yang ringan. Terkadang timbul rasa malas untuk merawat tanamannya, timbul rasa lelah dan kecapaian, terpesona dengan ladang tetangganya sehingga melalaikan ladangnya sendiri. Di sinilah dibutuhkan penguatan-penguatan, dibutuhkan arahan-arahan, nasihat dan motivasi.

Semua hal di atas, berkaitan dengan waktu. Jika kita terlambat beli tiket maka kita akan ketinggalan. Jika kita tidak menanam dan bekerja di ladang maka kita akan kekurangan bekal. Dan jika kita tidak mau memberi penguatan atau dikuatkan maka kita akan salah jalan dan putus asa. Oleh karena itu jangan sampai ketinggalan. Waktu sangat cepat berlalu, seperti pedang, kalau kita tidak memanfaatkannya maka kita akan tertebas. Hingga ada ujaran, "jika hari ini sama dengan hari kemarin itu adalah kerugian". Mengapa demikian? Sebab bertambahnya waktu tidak diikuti dengan bertambahnya kebaikan. Apalagi kalau hari ini ternyata lebih buruk dari kemarin, maka ia adalah kecelakaan bagi manusia. (abi/asa)

Singosari, 31 Desember 2016, Pkl. 23.59

28 December 2016

Benchmarking Poltekkes Manado Ke Polkesma

Rombongan Poltekkes Manado bersama
direktur Polkesma (tengah baju putih)
Mendekati tahun baru 2017, Polkesma semakin sibuk dengan banyak  kegiatan. Salah satunya adalah menerima kunjungan dari Poltekkes Manado. Kunjungan Poltekkes Manado hari ini juga dilakukan dalam rangka mempersiapkan menuju BLU, demikian urai Pudir 3 Poltekkes Manado dalam sambutannya saat diterima oleh Polkesma. 

Ir. AAG Anom Aswin, MPS selaku Pudir 1 Polkesma menyambut baik niat Poltekkes Manado yang menjadikan Poskesma sebagai tempat benchmark untuk menyiapkan berubah status menjadi BLU. "Sejak ditetapkan menjadi BLU pada tahun 2011 Polkesma sering mendapat kunjungan instansi lain dalam rangka studi banding tentang BLU. Contohnya 5 hari yang lalu, tepatnya tanggal 23 Desember 2016, Polkesma juga menerima kunjungan dari Poltekkes Mataram dengan tujuan yang sama" Imbuh bapak yang berasal dari Jurusan Gizi tersebut.

27 December 2016

Presentasi Laporan Pengabmas 2016

Prof. Sukamto (kiri) dan Jupriono, M.Kes
Sebanyak 84 Dosen dari 4 jurusan, mulai hari ini hingga kamis mendatang akan mempresentasikan laporan pengabmas (pengabdian masyarakat) tahun 2016. Sementara itu untuk jadwal hari ini hanya 27 Dosen yang akan melaksanakan presentasi. Mereka berasal dari prodi D-III dan D-IV Kebidanan Kediri, Keperawatan, Gizi Malang dan Keperawatan Lawang. Presentasi dimulai pada pukul 08.00 hingga 15.30 WIB, yang terbagi menjadi dua sesi.

Bertindak sebagai reviewer adalah dewan pakar pengabmas Prof. Sukamto di dampingi oleh reviewer internal Polkesma antara lain Surachmindari, SST, M.Pd, Budi Susatia, SKp, M.Kes, Ir. AAG Anim Aswin, MPS dan Kepala Unit Pengabdian Masyarakat Polkesma, Jupriono, SKp, M.Kes.

Kuesioner Tracer Study Alumni

Kepada seluruh alumni Program Studi D-III Keperawatan Lawang dimohon untuk mengisi kuesioner Tracer study Alumni secara online. Untuk mengisi kuesioner silahkan klik disini. Terima kasih.

25 December 2016

Survey Pemahaman Visi Misi Prodi D-III KL

Dalam rangka mengevaluasi pemahaman civitas akademika terhadap Visi Misi Program Studi D-III Keperawatan Lawang (Prodi D-III KL), maka Kami manajemen prodi melakukan survey secara online. Oleh karena itu, dimohon kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa untuk mengisi survey sebagaimana tersebut di atas maksimal hingga hari senin, tanggal 2 Januari 2017. Terima kasih atas kesediaannya  mengisi survey.

Survey sdh ditutup.

24 December 2016

Simpan Data Anda di "Cloud Storage"

Beberapa hari yang lalu, Direktur Polkesma menyampaikan arahan bahwa ke depan Polkesma akan mengembangkan suatu sistem layanan berbasis IT. Sistem ini merupakan pilar kedua (software) dari tiga pilar yang akan dikembangkan oleh Polkesma disamping hardware dan brainware. Dengan pengembangan sistem ini, beliau berharap kinerja institusi akan semakin meningkat dan layanan dapat terintegrasi.

Salah satu yang beliau singgung pada saat menjelaskan pengembangan software adalah pemanfaatan cloud storage sebagai sarana penyimpanan data. Bagi mereka yang tidak melek IT tentu istilah ini sangat asing. Nah pada kesempatan ini admin mencoba untuk membahas sedikit masalah penyimpanan data di dunia maya ini.

23 December 2016

Studi Banding Poltekkes Mataram di Polkesma


Hari ini, Polkesma menerima kunjungan dari Poltekkes Mataram. Kunjungan ini adalah kunjungan yang istimewa karena merupakan kunjungan yang pertama kali dilakukan Poltekkes Mataram ke Polkesma. Rombongan berjumlah 20 orang pejabat, terdiri dari direktur, pudir 1,2 & 3 serta para kajur dan kaprodi di jajaran Poltekkes Mataram.

Rombongan tiba di gedung direktorat pada pukul 08.00 WIB dan diterima langsung oleh direktur Polkesma beserta beberapa pejabat di lingkungan Polkesma.

22 December 2016

Tip & Trik menulis



Bagi sebagian orang, menulis adalah pekerjaan yang sulit. Sebagian yang lain merasa malas untuk menulis. Kedua hal di atas adalah penyebab seseorang enggan untuk menulis. Padahal dari menulis kita bisa mendapat manfaat dan keuntungan. Media-media cetak yang bereputasi menghargai dengan nilai yang cukup tinggi untuk satu artikel yang dimuat. Belum lagi kalau kita sudah terbiasa menulis buku, royalti yang diperoleh sangat menggiurkan. Seorang penulis bisa hidup berlebih dari royalti menulis buku. Bahkan sebagian orang bisa sukses karena menulis di mulai dari sebuah blog. Klik di sini, untuk membaca kaya dengan blog

Untuk mengatasi dua kendala di atas, pertama merasa sulit, maka ketahuilah bahwa tidak ada yang sulit kalau kita tahu caranya. Dan agar kita tahu maka mulailah dari belajar menulis. Kedua, merasa malas menulis, ini adalah penyebab dari segala penyebab kegagalan. Sebab sehebat apapun kemampuan seseorang namun kalau ia malas, maka tidak akan produktif. Maka hilangkan rasa malas dari jiwa kita.

20 December 2016

Rekayasa Informasi untuk Promosi Kampus

Kalau Anda peduli dengan kampus kita, pasti Anda ingin mengenalkan kepada semua orang. Melakukan promosi ke sekolah-sekolah memakan waktu, ribet perijinan dan bisa jadi mahal. Memasang spanduk di jalan-jalan tidak jamannya. Iklan di televisi, its expensive, very expensive. lalu apa yang bisa kita lakukan?

Bagi manajemen kampus, upaya promosi di atas sah-sah saja dan memang menjadi bagian program yang harus dilakukan. Pasang spanduk, iklan di tv, promosi ke SMA adalah kegiatan promosi konvensional yang sering dilakukan. Namun belum tentu upaya tersebut sebanding dengan jumlah pendaftar mahasiswa baru.

"Hikmah" Sholat di Awal Waktu dalam Bekerja

Ketika ada sebuah hadist yang berbunyi "ash sholatu ala waqtiha" para ulama menafsirkan sholatlah di awal waktu. Al qur'an dan hadist tidak menyebut secara eksplisit "sholat diawal waktu". Karena sholat memang memiliki waktu yang telah ditentukan. Namun hal ini tidak menjadi pembenar atau alasan untuk menunda-nunda dari melaksanakan sholat. Dalam QS. An Nisa : 103 Alloh berfirman, "Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

Bagi orang yang beriman, sholat diawal waktu adalah hal yang sangat penting karena mereka yakin akan adanya hadist “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Swt adalah Shalat pada waktunya.” (HR Bukhari & Muslim). Pernah ada seorang sahabat yang ketinggalan sholat ashar berjama'ah di masjid hingga masuk waktu maghrib disebabkan bekerja di ladang. Sahabat tersebut sangat menyesal kemudian mensedekahkan ladang yang menyebabkan ia ketinggalan sholat berjama'ah untuk kepentingan umat walaupun ia paham bahwa dengan mensedekahkan ladang tersebut, ia tetap tidak dapat mengganti pahala dari sholat yang ketinggalan. Mungkin timbul  sebuah pertanyaan, mengapa harus mensedekahkan ladang sementara pahala sholat berjama'ah tidak ia dapatkan. Ternyata alasan yang melatar belakangi amal sedekah sahabat tadi adalah tidak ingin ketinggalan amalan (sholat berjama'ah) yang memberikan pahala baginya. Maka ia menebus ketertinggalan sholat dengan sedekah ladang, berharap pahala sedekah mampu menyamai pahala sholat.

12 December 2016

Benchmarking Polkesma ke Universitas Diponegoro

Dalam rangka meningkatkan kualitas penjaminan mutu internal, Polkesma mengadakan benchmarking ke Universitas Diponegoro (Undip). Rombongan terdiri dari seluruh ketua program studi yang berjumlah 15 orang ditambah dengan beberapa ketua unit seperti ketua unit pengabmas, jurnal dan penelitian, laboratorium, dan kasubag umum dan akademik. Turut mendampingi Pudir 1 dan 3 Polkesma. Bertindak sebagai ketua rombongan adalah ketua unit penjaminan mutu, ibu Astutik Pudjirahayu, M.Kes

Rombongan bertolak dari Malang menuju semarang hari ini tanggal 12 Desember 2016 dan kembali ke Malang hari rabu, 14 Desember 2016. Direncanakan rombongan diterima di Undip esok hari mulai pukul 08.00 WIB hingga sore hari.

Menurut bu Tutik, panggilan ketua rombongan, benchmarking dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam praktek baik implementasi SPMI. Selamat jalan rombongan, semoga selamat sampai tujuan dan sukses selalu.


08 December 2016

Rapat Kerja ke-2 Polkesma 2016

Memasuki penghujung tahun, Polkesma menyelenggarakan Rapat Kerja yang ke-2 tahun 2016. Raker diselenggarakan 3 hari mulai hari ini, kamis tanggal 8 Desember hingga sabtu, 10 Desember 2016. Raker Polkesma saat ini diselenggarakan di dekat kampus 1, tepatnya di Hotel Aston Villa kota Jember jl. Sentot Prawirodirjo No. 88. Peserta raker berjumlah 101 orang terdiri dari direktur, para pudir, kajur dan sekjur, kaprodi, ka unit, dan kaur serta hampir seluruh staf direktorat, kecuali staf keuangan yang pada saat-saat seperti ini sangat sibuk dengan serapan anggaran.

06 December 2016

3 Pilar Utama Pengembangan Polkesma di Masa Mendatang

Direktur Polkesma
Ada 3 Pilar yang menjadi perhatian utama Direktur untuk mengembangkan Polkesma di masa mendatang. 3 pilar tersebut dibutuhkan untuk mencapai visi misi Polkesma sesuai dengan Rencana Strategi dan Rencana Induk Pengembangan Polkesma. Meminjam istilah komputer, ketiga pilar tersebut meliputi hardware, software dan brainware.

Hardware 

Hardware adalah perangkat keras, sesuatu yang berbentuk fisik dan dapat diindera. Dalam dunia komputer, contoh hardware bisa berupa keyboard, mouse, prosesor, monitor, dll. Bila diilustrasikan di sebuah organisasi, hardware merupakan sarana dan prasarana yang dimiliki bisa berupa bangunan gedung, peralatan dsb.

05 December 2016

Workshop Finalisasi Kurikulum D-IV Keperawatan Polkesma

Pagi ini, Jurusan Keperawatan Polkesma menyelenggarakan Workshop Finalisasi Kurikulum Program Studi  D-IV Keperawatan. Rencananya, workshop akan dilaksanakan selama 3 hari mulai hari ini hingga hari rabu, 5-7 Desember 2016 bertempat di hotel Atria Malang.

Dalam laporannya, Supono, S.Kep., Ns, M.Kep, Sp.MB, ketua pelaksana menyampaikan bahwa tujuan workshop adalah menyusun rencana pembelajaran semester (RPS) untuk melengkapi kurikulum institusi Prodi D-IV keperawatan. Agenda workshop dimulai dengan penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan diskusi, penyusunan RPS dan Presentasi. Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Djoko Kustono dari Universitas Negeri Malang (UM) dengan judul Kebijakan dan Regulasi pada Pendidikan Tinggi Vokasi. Sedangkan materi kedua disampaikan oleh Dr. Drs. Lutfi Djayanto, MBA Dari Polinema dengan judul Implementasi Kurikulum pada Pendidikan Tinggi Vokasi. Peserta workshop terdiri dari 60 peserta dari dosen tetap jurusan ditambah beberapa undangan dari HIPKABI (himpunan perawat kamar bedah indonesia), organisasi profesi bagi lulusan D-IV perioperatif.

30 November 2016

Workshop Item Development

Hari ini, beberapa dosen dari Prodi D-III/IV KL mengikuti workshop Item development yang diselenggarakan oleh Jurusan Keperawatan Polkesma. Selain Prodi KL, workshop juga diikuti oleh para dosen dari Prodi D-III/IV Kepma, dan Prodi D-III Kebli. Total jumlah peserta workshop sejumlah 55 orang dosen. Selian dari jurusan keperawatan, panitia juga mengundang 3 orang peserta dari luar antara lain dari PPNI kota Blitar, RSUD Mardi Waluyo dan RS Budi Rahayu Blitar. Workshop dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 29-30 November 2016 bertempat di Hotel Tugu, jl. Merdeka No. 173 Kota Blitar.

27 November 2016

Tips Persiapan Praktik Klinik di RS

Praktik klinik di RS bagi sebagian mahasiswa keperawatan terasa mengkhawatirkan. Apalagi bagi mahasiswa yang pertama kali masuk RS, perasaan cemas, nervous menghadapi pasien, tenaga kesehatan di ruangan dan seabreg kompetensi dan ketrampilan yang harus dicapai menambah besarnya stressor bagi mereka. Beberapa kasus yang terjadi akibat proses pembelajaran yang kurang tepat di klinik bahkan membuat mahasiswa "risigned", mundur dari kuliah. Sangat disayangkan jika ada mahasiswa mundur dari program pendidikan padahal waktu pendidikan hanya kurang satu tahun.

26 November 2016

Bagaimana Mengidentifikasi Diagnosa Keperawatan?

Diagnosa Keperawatan adalah proses menyimpulkan masalah klien setelah pengkajian. Agar bisa mengidentifikasi diagnosa Keperawatan, seorang perawat harus mendapatkan data subyektif dan obyektif. Data subyektif adalah data yang didapatkan dengan cara interview. Keluhan utama dan riwayat penyakit adalah contoh data subyektif. Data obyektif adalah data yang diperoleh dari pengamatan, observasi dan pemeriksaan fisik.

Bagi sebagian mahasiswa identifikasi Diagnosa Keperawatan adalah hal yang cukup sulit. PPNI Sebagai organisasi profesi belum memiliki daftar diagnosa Keperawatan yang menjadi acuan bagi mereka sehingga dalam praktek pemberian asuhan keperawatan di klinik mahasiswa ataupun  dosen banyak menggunakan daftar diagnosa  Keperawatan NANDA-Internsional. Namun mereka  belum pernah menelaah diagnosa keperawatan satu persatu selama belajar di bangku kuliah sehingga penguasaannya sangat kurang. Perkembangan diagnosa NANDA-Internsional  tahun 2015-2017 sangat signifikan. Terdapat 235 diagnosa, meningkat 25 diagnosa dibandingkan tahun 2012-2014. Sedangkan 13 diagnosa mengalami revisi.

25 November 2016

Modul Laboratorium Keperawatan Emergensi


Sinopsis

Modul laboratorium Keperawatan Emergensi ini disusun sesuai dengan mata ajar Keperawatan Kegawatdaruratan menurut kurikulum 2006 Program Studi D-III Keperawatan Lawang. Mata kuliah Keperawatan Kegawatdaruratan diajarkan pada mahasiswa tingkat III semester V. Daftar isi modul meliputi :
1. Membuka Helm
2. Memasang Servical Collar
3. Log roll
4. Membuka jalan nafas (Head tilt - Chin Lift dan Jaw Trust Manuever)
5. Memasang Oropharyngeal Airway (OPA) dan Nasopharyngeal Airway (NPA)
6. Memberikan Bantuan Nafas dengan BVM 

22 November 2016

Tim Keperawatan Lawang (KL) Juara 1 Futsal Polkesma

Tim KL (Putih) dan KEBLI (hitam)
Dalam rangka memperingati Dies Natalis Poltekkes Kemenkes Malang yang Ke-15 ada berbagai perlombaan antar kampus yang sudah dirancang oleh BEM Polkesma. Salah satunya perlombaan olahraga dengan beberapa kategori yaitu, Futsal PA/PI, Basket PA/PI, Volly PA/PI, dan tenis meja untuk lomba dosen.

Pada kategori Futsal, tim futsal putra prodi KL menjadi unggulan pertama sebab sudah beberapa kali menjadi juara 1 pada pertandingan-pertandingan futsal sebelumnya. Dan terbukti untuk tahun ini tim futsal putra Prodi KL berhasil meraih juara 1 kembali.

19 November 2016

Semarak Dies Natalis Polkesma ke-15

Acara Semarak Dies Natalis (DN) Polkesma yang ke-15 hari ini dibuka secara resmi sabtu, 19 November 2016 pukul 07.00 WIB oleh Bpk Direktur, Budi Susatia, SKp, M.Kes. Bertempat di lapangan Program Studi Kebidanan, acara dies natalis dihadiri oleh lebih dari 1000 civitas akademika terdiri dari unsur Manajemen Polkesma mulai dari Direktur hingga Kaprodi dan jajarannya serta mahasiswa dari 15 program studi. 

Dalam sambutannya ketua pelaksana, Ahmad (mahsiswa PMIK), menyampaikan bahwa tema kegiatan DN ke-15 ini adalah "Samapta Hambangun Citra" yang bertujuan memperingati hari jadi Polkesma. Selain itu, kegiatan ini dimaksudkan untuk mempererat persaudaraan seluruh civitas akademika, memotivasi untuk melakukan perubahan dan pembangunan sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta mendukung langkah awal Polkesma untuk lebih maju mengelolah pendidikan dan pengembangan relasi dengan publik.

12 November 2016

Budak dan Orang Merdeka

Dalam sejarahnya, budak identik dengan keterbelakangan dan kebodohan. Seringkali mereka ditempatkan dan diperlakukan layaknya binatang, yang diawasi dengan cemeti di tangan. Sesekali cemeti itu dipukulkan bila si budak bermalas-malasan. 

Jika kita merasa terdidik, terpelajar, atau berpendidikan, jadilah pribadi yang selalu lebih tanggap. Marahi diri sendiri sebelum dimarahi orang lain. Ingatkan diri sebelum orang lain merasa perlu mengingatkan. 

03 November 2016

Pemilihan Ketua HMP Prodi D-III Keperawatan Lawang

Hari ini, Kamis tanggal 3 Nopember 2016 diselenggarakan pemilihan ketua HMP Program Studi D-III Keperawatan Lawang. Pemilihan dilaksanakan oleh KPU yang di ketuai oleh Sdr. M. Tofan mahasiswa semester III Prodi D-III Keperawatan Lawang. Rencananya pemilihan akan dilaksanakan pada pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. Namun dari pantauan Admin kampus2ku, pemilihan sudah dilakukan mulai pukul 09.00. Menurut Tofan, pemilihan dilakukan di kelas-kelas memanfaatkan waktu istirahat diantara perkuliahan.

31 October 2016

Sekolah Ayah Ibu Robbani (Sya'ir)

Menurut Jawa Pos (16 Juni 2016) kasus perceraian di Kabupaten Malang tergolong cukup tinggi. Data dari pengadilan agama kabupaten Malang, dari bulan Januari hingga Mei terdapat 3.063 perkara cerai yang diajukan. Sementara jumlah perkara cerai yang telah diputus sejumlah 2.903 kasus. Jika melihat jumlah itu, berarti selama lima bulan terakhir, dalam sehari ada 19 janda-duda baru di Kabupaten Malang. Dari jumlah perkara yang diajukan untuk disidangkan itu, paling banyak adalah cerai gugat. Sebanyak 2.032 istri menggugat cerai suaminya.

29 October 2016

Diklat UKM Remus 2016

Setelah tertunda cukup lama, akhirnya UKM Remus kampus 2 Polkesma dapat menyelenggarakan Diklat Remus tahun 2016 bagi anggota baru UKM. Diklat dilaksanakan di gedung Aula Kampus 2 dengan jumlah peserta lebih dari 80 mahasiswa yang mayoritas masih semester satu.  Diklat akan dilaksanakan selama 2 hari mulai hari ini hingga besok siang.

27 October 2016

Kuliah Tamu: Terapi Komplementer dalam Keperawatan Gerontik

Untuk yang ketiga kalinya, pagi ini kampus 2 Polkesma menyelenggarakan kuliah tamu bagi seluruh mahasiswa. Kuliah tamu dilaksanakan di gedung aula kampus mulai pukul 10.30 - 12.30. Bertindak sebagai narasumber adalah dosen Fakultas Ilmu Keperawatan dari Universitas Indonesia ibu Widyatuti, M.Kes, SpKom. 

Kuliah tamu kali ini mengambil tema "Terapi Komplementer dalam Keperawatan Gerontik." Tema ini sesuai dengan visi dan misi Prodi D-III Keperawatan Lawang sebagai penyelenggara kuliah tamu kali ini yang mengkhususkan program studi pada keperawatan geriatrik. Sementara itu upaya terapi komplementer diangkat menjadi tema kuliah tamu dengan pertimbangan masih sedikitnya praktek keperawatan pada area tersebut. 

23 October 2016

Beginilah Sebuah Karakter (2)

Sebuah kisah menyentuh hati terjadi di Dallas Texas Amerika Serikat. Seorang wanita Amerika dengan dua anaknya mendatangi sebuah toko emas. Ia berniat menjual cincinnya. Saat menerima cincin itu, pemilik toko emas (seorang lelaki asal Suriah) bertanya, 
"Mengapa Anda mau menjual cincin ini?" 
"Saya sedang pailit, dan tidak akan dapat gaji hingga bulan depan," jawab wanita itu. 
"Apa betul hanya karena alasan pailit Anda mau menjualnya?" selidik pria pemilik toko emas. 
"Ini cincin hadiah dari ibu saya, tapi saya punya masalah jadi harus diselesaikan," ujar wanita itu. 
"Berapa yang Anda butuhkan?" Sang wanita menjawab, "Saya tidak tahu, harga cincin itu akan membantu saya." 

21 October 2016

THARIQU AL AKHIRAH (JALAN KE AKHIRAT)

Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA*

Imam Ahmad rahimahullah- meriwayatkan sabda Nabi Muhammad –shallallahu alaihi wa sallama- dengan sanad yang shahih: 

«إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا»

“Bila kiamat hendak terjadi, dan di tangan salah seorang di antara kalian ada tunas kurma, sekiranya bisa menanamnya sebelum kiamat itu (benar-benar) terjadi, hendaknya ia melakukannya.”

 Kiamat hampir tiba. Bukan dzikir, bukan shalat, bukan sedekah yang menjadi pesan Nabi. Bila amal-amal ritual disampaikan, mungkin kita menganggapnya biasa. Tapi, menjadi menarik saat kiamat akan terjadi justru ajakan Rasulullah adalah menanam. 

20 October 2016

Pelantikan Pejabat di lingkungan Polkesma

Hari ini Polkesma menyelenggarakan pelantikan pejabat baru mulai dari kepala unit, kepala urusan, sekretaris program studi hingga koordinator. Pelantikan dimulai tepat pukul 13.00 di hotel Purnama kota Batu. Pelantikan dilakukan karena ada jabatan baru di lingkungan Polkesma atau karena kosong disebabkan pejabat sebelumnya mendapat jabatan baru atau menjalani tugas belajar.

18 October 2016

Beginilah Sebuah Karakter (1)

Berbagi hadiah
Seorang anak pengembala di tanya "nak... Maukah engkau jual kambingmu kepadaku? Tanya seorang lelaki tengah baya yang kebetulan melewati area gembala ternak. "Kambing ini milik tuanku paman, saya tidak bisa menjualnya" Jawab si anak menimpali. Si lelaki kembali menawar, "akan saya beli dengan harga tinggi, nak. Juallah kepadaku salah satu saja kambing milik tuanmu kepadaku". Si anak gembala tetap pada pendiriannya sehingga membuat heran lelaki tadi, meski harga sudah dinaiknya menjadi dua kali lipat. Karena penasaran si lelaki menghardik, "nak kenapa engkau begitu keukeuh. Bukankah engkau bisa saja beralasan kepada tuanmu bahwa salah satu kambing telah dimakan oleh binatang buas, dan engkau akan mendapatkan uang yang banyak, sementara tuanmu tidak melihat perbuatanmu." Si anak menjawab dengan nada tinggi, "wahai paman, Andai tuanku tidak melihatku tetapi Tuhan dari tuanku pasti melihat apa yang telah aku lakukan". 

15 October 2016

Posisi Pemulihan pada Korban Tidak Sadar

Beberapa tahun belakangan, ada sejumlah perubahan-perubahan posisi yang direkomendasikan pada korban yang tidak sadar namun masih bernafas. Hal tersebut dikerucutkan dalam dua variasi. Sebelum tahun 1992, posisi pemulihan menempatkan korban dalam posisi tiga perempat prone dengan lengan dan kaki sebelah atas sebagai penyangga di depan korban untuk mencegah kepala korban terguling. Kaki bagian bawah lurus dan lengan bawah diekstensikan dibelakang korban. Kepala ditempatkan pada posisi yang bisa mempertahankan kebersihan airway dan memungkinkan muntahan bisa mengalir.

12 October 2016

Telusur Jurnal Nasional di Portal Garuda IPI

Bagi seorang pemula yang akan menyusun sebuah karya ilmiah, kemampuan menelusur sumber referensi menjadi sebuah kunci keberhasilan. Namun tidak jarang dari mereka hanya berbekal pas-pasan dan terkesan serampangan di dalam mencari sumber-sumber ilmiah yang dibutuhkan. Yang paling mudah bagi mereka dan menjadi andalan adalah menggunakan search engine "google". Tinggal mengetik kata yang diinginkan, dan sekian banyak laman akan bermunculan menawarkan bacaan sesuai dengan kata kunci yang diinginkan. Namun sayangnya, bacaan yang ditampilkan di laman search engine terkadang tidak memenuhi kaidah karya ilmiah, sehingga seharusnya tidak digunakan sebagai sumber referensi.

09 October 2016

Posisi Tulang Belakang pada Posisi Pemulihan - Komparasi Eksperimen antara Posisi Pemulihan Lateral dan Posisi HAINES yang Dimodifikasi

HAINES Position
Posisi pemulihan lateral digunakan secara luas untuk posisi pasien tidak sadar. Idealnya, pada kasus trauma hal tersebut harus dihindari karena kekhawatiran terhadap cedera tulang belakang. Namun, seseorang yang tidak sadar karena trauma ataupun trauma yang tidak diketahui, dibantu oleh penolong yang dilatih secara parsial berpotensi membahayakan tulang belakang. Gerakan berlebihan dari tulang belakang dalam posisi pemulihan dapat meningkatkan risiko cedera tulang belakang dalam situasi ini. Posisi pemulihan baru yang disebut posisi HAINES dimodifikasi (modified HAINES position), digambarkan dan posisi tulang belakang dalam posisi ini dibandingkan dengan posisi pemulihan lateral. Hipotesis: bahwa posisi HAINES yang dimodifikasi mengakibatkan distorsi posisi tulang belakang yang lebih kecil dibandingkan posisi pemulihan lateral. Metode: Tiga puluh delapan relawan sehat diposisikan dalam dua posisi yang berbeda. Pengukuran rotasi, fleksi dan fleksi lateral dari tulang belakang servikal dan thoraco-lumbal dilakukan. Uji t berpasangan 2 tailed digunakan untuk membandingkan Dua ekor dipasangkan t-tes digunakan untuk membandingkan pengukuran dari dua posisi dan tes McNemar digunakan untuk membandingkan 'pengalaman subjektif subjek'. Hasil: Posisi HAINES yang dimodifikasi mengakibatkan 13,0 ° (99% CI: 7,5-18,5) fleksi lateral  dan 12,6 ° (99% CI: 9,4-15,9) ekstensi yang lebih kecil dari tulang belakang leher sementara posisi tulang belakang thoraco-lumbal adalah sama pada kedua posisi. Sembilan belas dari 28 subyek menyatakan posisi HAINES yang dimodifikasi lebih nyaman (tidak signifikan). Kesimpulan: Posisi HAINES yang dimodifikasi menghasilkan posisi tulang belakang yang lebih netral dari tulang belakang membuatnya lebih disukai dibanding posisi pemulihan lateral pada manajemen pasien trauma. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa posisi pemulihan yang digunakan saat ini adalah mungkin yang terbaik.

Sumber: Resuscitation. Jun2002, Vol. 53 Issue 3, p289. 9p

08 October 2016

Panduan Penulisan KTI

Satu lagi ebook yang diterbitkan oleh Program Studi D-III Keperawatan Lawang, "Panduan Penulisan Karya Tulis Ilmiah". Bagi mahasiswa tingkat III yang sedang mengambil Mata Kuliah KTI, ebook ini wajib untuk dimiliki dan dibaca. klik disini untuk mengunduh ebook. Adapun versi cetak sedang diproses.

Selamat menyusun KTI, semoga dapat menghasilkan karya yang bermanfaat bagi sesama. 

07 October 2016

Caping Day Mahasiswa Program Studi D-IV Keperawatan Lawang

Pagi ini Program Studi D-IV Keperawatan Lawang Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang melaksanakan kegiatan Caping Day bagi mahasiswa tingkat II. Acara dilaksanakan di aula kampus 2 Polkesma. Acara dihadiri oleh Pudir III Polkesma, Ketua Program Studi D-IV Keperawatan Lawang beserta dosen dan karyawan, tamu undangan dari RS dan Puskemas mitra program Studi, serta para orang tua wali mahasiswa. Acara tepat dilaksanakan pukul 08.00. 

Prosesi acara diiringi irama khas "gamelan" dan tampak 2 orang berpakaian budaya jawa mengantar peserta caping day memasuki aula. Setelah menyanyikan lagu Indonesian Raya dilanjutkan dengan Himne dan Mars Polkesma, acara dilanjutkan dengan pemasangan cap, pengucapan sumpah dan penandatanganan naskah sumpah. 

06 October 2016

Diagnosa Keperawatan Nanda Internasional : Definisi dan Klasifikasi 2015 - 2017

Diagnosa Keperawatan Nanda Internasional : Definisi  dan Klasifikasi 2015 - 2017 adalah pedoman dalam pembuatan diagnosa keperawatan. Pedoman ini telah dikaji dan setujui oleh NANDA-I. Edisi baru 2015-2017 dari sumber yang diakui secara internasional ini telah diperbarui dan direvisi menyeluruh. Masing-masing dari 235 diagnosa keperawatan yang dipaparkan didukung oleh definisi, karakteristik, faktor-faktor yang berhubungan dan faktor-faktor resiko. Masing-masing diagnosa baik yang baru dan yang direvisi berdasarkan pada fakta terkini secara global dan disetujui oleh pakar diagnostisen, peneliti dan edukator perawat.

05 October 2016

Bahan Ajar keperawatan Emergensi

Bagi tingkat III, yang kuliah mata kuliah emergensi, berikut bahan belajar untuk perkuliahan dengan topik kegawatan kardiovaskuler. Ada tiga topik, silhkan di klik pada setiap bahan belajar :
  1. Keperawatan kegawatdaruratan pada Shock
  2. Keperawatan kegawatdaruratan pada Infark Miokard Akut
  3. Keperawatan kegawatdaruratan pada Cardiac arrest
Arahan :
  1. Kelas dibagi menjadi 8
  2. Ketik hasil diskusi Anda di Ppt
  3. Waktu diskusi 90 Menit
  4. Setelah diskusi, hasil akan dipresentasikan 
Selamat Belajar

04 October 2016

Modul Laboratorium KMB

Sinopsis
Satu lagi ebook yang telah saya susun yaitu Modul Laboratorium Keperawatan Medikal Bedah (KMB). Modul ini digunakan sebagai panduan mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Lawang saat melaksanakan pembelajaran praktek di laboratorium Khususnya mata kuliah KMB. Ebook ini berisi tentang beberapa SOP tindakan-tindakan keperawatan pada gangguan kebutuhan oksigenasi akibat patologis sistem kardiovaskuler yaitu antara lain:
1. Perekaman EKG
2. Pengambilan spesimen darah vena dan arteri
3. Menyiapkan pasien pemeriksaan echocardiografi
4. Menyiapkan pasien pemeriksaan treadmill test
5. Memberikan cairan menggunakan infus pump
6. Memasang dan memonitor transfusi darah
7. Memberikan obat sesuai dengan program terapi
8. Memberikan obat menggunakan syringe pump
Klik disini untuk mendapatkan ebook. 

02 October 2016

Grand Opening Mentoring and Motivation Training

Pagi ini, UKM Kahfi Gen Polkesma punya gawe yang cukup besar yaitu Grand Opening Mentoring and Motivation Training (GOM). Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan untuk mahasiswa baru Polkesma khususnya bagi mahasiswa muslim.

Dalam sambutannya ketua panitia pelaksana, Dwi Wulan menyampaikan bahwa tujuan umum dari kegiatan ini adalah memanfaatkan kesempatan mencari ridho Alloh dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Adapun secara khusus diharapkan kegiatan ini mampu untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah diantara mahasiswa baru, Menghindarkan mahasiswa dari pengaruh-pengaruh lingkungan negatif dan selalu termotivasi berbuat kebaikan. Kegiatan diikuti oleh 548 mhs dari seluruh jurusan di kampus pusat serta 30 diantaranya berasal dari kampus 2 Lawang. Bertindak sebagai pembicara adalah Gammal Albinsaid, MD dan dr. Fajar Nasri, MMRS. 

01 October 2016

Asuhan Keperawatan Pasien Ostomi: Aplikasi Teori Orem

Tujuan: untuk mengaplikasikan teori perawatan diri Orem (Orem's Self-care) pada perawatan pasien ostomi. Metode: ini adalah penelitian klinis dengan subyek pasien ostomi intestinal, yang disebabkan oleh penyakit "Chagas". Pengumpulan data dilakukan selama kunjungan rumah, menggunakan format pertanyaan berdasarkan presuposisi orem. Data di analisa dan disajikan menurut faktor-faktor yang penentu dalam perkembangan perawatan diri. Hasil: beberapa kebutuhan perawatan diri dimodifikasi, misalnya: "Keseimbangan antara kesepian dan interaksi sosial" dan "Perawatan diri pada gangguan kesehatan". Pelayanan homecare berdasarkan sistem suport edukasi dibolehkan untuk promosi kesehatan dan meningkatkan persepsi pasien tentang pentingnya perawatan diri. Kesimpulan: Teori perawatan diri dibolehkan untuk perawatan yang sesuai dan komunikasi terapeutik diatur sesuai situasi pasien.

Sumber: Acta paul. enferm. vol.21 no. 1 Sao Paulo Jan./Mar. 2008

30 September 2016

Jum'at Sehat

Pagi ini, seperti biasanya kampus 2 Polkesma melaksanakan senam pagi setiap hari jumat. Senam pagi digalakkan agar civitas akademika kampus 2 selalu dalam kondisi sehat sehingga bisa melaksanakan tugas dan fungsinya. Senam diikuti oleh seluruh dosen, karyawan dan mahasiswa baik dari prodi D-III maupun D-IV Keperawatan Lawang. 

Menurut Angger, mahasiswa D-IV Keperawatan Lawang, senam tiap jumat pagi ini membuat tubuhnya segar dan bugar. Sementara itu Pak Albertus, seorang dosen senior di kampus 2 menyatakan bahwa senamnya masih kurang lama. Padahal senam dilakukan selama kurang lebih 1 jam. Pada usianya yang sudah 65 tahun, memang pak Albertus masih terlihat cukup bersemangat, wajar kalau beliau mengatakan demikian. 

29 September 2016

Pengaruh Terapi Kognitif Perilaku terhadap Nyeri pada Pasien yang Menjalani Hemodialisa di RS Bahman 22 Nishapur

Latar Belakang: disebabkan insiden gagal ginjal dan pengenalan nyeri sebagai satu masalah pada pasien hemodiaisis, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi kognitif perilaku dalam mengurangi nyeri. Metode: Penelitian ini adalah penelitian semi eksperimen (pre test dan post test dengan kelompok kontrol). 30 orang laki-laki dipilih sebagai partisipan dari 145 pasien yang menjalani hemodialisa di RS Bahman 22 di kota Nishapur. Mereka mempunyai nyeri kronis yang diketahui dengan kuessioner nyeri William and Thorne dan dipilih secara acak dan dibagi secara acak pula ke dalam kelompok kontrol (n=15) dan kelompok perlakuan (n=15). Hasil: Menunjukkan bahwa terapi kognitif perilaku tidak memilliki pengaruh signifikan terhadap pengurangan rasa nyeri pada pasien yang menjalani hemodialisa dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Temuan: hasil menunjukkan bahwa terapi kognitif perilaku tidak efektif dalam mengurangi nyeri pada pasien yang menjalani hemodialisis. Di sisi lain, terapi kognitif perilaku kelompok untuk peredaan nyeri pada pasien yang menjalani hemodialisa tidak bekerja disebabkan karakter demografi (p < 0,05).

Sumber: Sharifnezhad, Ahmad, et al. "The impact of cognitive--behavioral therapy on pain in patients undergoing hemodialysis in 22nd of Bahman hospital in Nishapur." Advances in Environmental Biology (2014): 23+. InfoTrac Custom 250 Titles. Web. 29 Sept. 2016.

Telusur Jurnal Internasional Melalui Web Polkesma

Setelah beberapa hari yang lalu admin memposting cara menjadi anggota PNRI agar bisa mengakses jurnal atau ebook internasional, kali ini admin akan membagi cara menelusur Jurnal Internasional melalui web Polkesma. Ternyata Polkesma sudah melanggan jurnal Internasional lho... yuk ikuti langkah-langkah berikut. 

28 September 2016

Pembinaan Asrama Kampus 2


Dalam rangka mencapai visi institusi yaitu menjadi Program Studi D-III Keperawatan yang unggul dan berkarakter tahun 2019, maka Program Studi D-III Keperawatan Lawang melalui penanggung jawab asrama kampus 2 mengadakan kegiatan pembinaan bagi penghuni asrama. Pembinaan asrama yg dikemas dalam bentuk pembinaan rohani ini diharapkan mampu membingkai perilaku bagi yang tinggal di asrama untuk selalu berbuat baik sehingga menciptakan iklim yang kondusif untuk belajar dan dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Hal ini mengingat penghuni asrama adalah mahasiswa baru, mahasiswa tingkat satu yang baru lulus dari SMA. 

27 September 2016

Suasana Kuliah di Prodi D-III Keperawatan Lawang

Kuliah KMB I bagi tingkat II-A di kelas E siang ini luar biasa. Arief Bachtiar (42), tim Dosen KMB Prodi D-III Keperawatan Lawang mengawali kuliah dengan salam seperti biasa, dan langsung dijawab oleh mahasiswa dengan teriakan yang kompak "semangat". Sebuah jawaban yang menunjukkan dinamika dari kelas ini yang memang luar biasa. Setelah beberapa kata pembuka meluncur, kelas dilanjutkan dengan materi motivasi dengan tema Potensi Diri. Dalam motivasinya Arief membandingkan seekor leopard dengan seekor kijang, mana yang lebih kuat? Pertanyaan yang sangat mudah ini dijawab dengan mudah oleh 3 orang mahasiswa sisilia, diah dan mita, bahwa leopard tentu lebih kuat dibandingkan dengan seekor kijang. Jawaban mereka yang konsisten hingga akhir slide mengundang kekaguman, sebab pertanyaan yang sama dijawab di kelas lain dengan jawaban yang bervariasi dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Inti dari cerita leopard vs kijang ini adalah bahwa secara natural memang leopard lebih kuat sehingga akan memangsa kijang, namun dalam kondisi tertentu kijang bisa berlepas diri dari terkaman leopard.

26 September 2016

Relaksasi Pernafasan Memperbaiki Respon Glukosa Darah Manusia

Tujuan : Penelitian ini mengevaluasi latihan relaksasi pernafasan untuk perbaikan akut status glukosa darah dan insulin post prandial. Desain : Subyek manusia sehat diacak sebagai kelompok kontrol (n=13), atau latihan relaksasi pernafasan (n=13) yang diulang setiap 10 menit untuk 30 menit sebelum dan 90 menit sesudah mengkonsumsi glucose challenge (tes toleransi glukosa oral; TTGO; 75 g/240 mL). Sampel darah diambil sebelum dan 30, 60 dan 90 menit paska TTGO untuk analisis glukosa dan insulin. Hasil : Glukosa Darah pada 0 menit (pre TTGO), 30, 60, dan 90 menit paska TTGO pada kelompok perlakuan (relaksasi pernafasan) adalah 93.7±1.9, 136.5±8.1, 165.7±8.1,dan 130.2±6.9 mg/dL, sedangkan kelompok kontrol 97.1±2.4, 173.1±8.4, 158.7±11.1, dan 137.1±10.1. Glukosa darah pada kelompok perlakuan signifikan lebih rendah pada 30 menit dibanding kelompok kontrol. Area glukosa dibawa kurva untuk kelompok perlakuan dan kontrol tidak berbeda secara signifikan. Plasma insulin untuk kedua kelompok meningkat secara signifikan dari garis dasar pada menit 30, 60, dan 90. Nilai insulin untuk kelompok perlakuan cenderung lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol pada menit ke 30 dan 60, namun perbedaan tidak signifikan secara statistik. Area insulin dibawah kurva untuk kedua kelompok tidak berbeda secara signifikan. Kesimpulan : Relaksasi pernafasan secara akut memperbaiki respon glukosa darah subyek yang sehat, dan pola pernafasan menjadi penting untuk interpretasi pengukuran indeks glukosa darah.

SumberJournal of Alternative & Complementary Medicine. Jul2013, Vol. 19 Issue 7, p633-636. 4p.

25 September 2016

Pengaruh Relaksasi Otot Progresif dan Latihan Nafas Dalam terhadap Tekanan Darah Selama Kehamilan

Latar Belakang : Gangguan hipertensi pada kehamilan adalah penyebab utama mortalitas ibu dan anak. Namun mereka tidak memiliki penatalaksanaan pasti yang efektif. Peneliti ingin mengungkap efek relaksasi otot progresif dan teknik nafas dalam terhadap tekanan darah selama kehamilan. Materi dan metode : tiga kelompok percobaan klinik dilakukan di pusat kesehatan Manshhad dan rumah sakit pemerintah. 60 wanita hamil (setelah 20 minggu usia kehamilan) dengan TD sistolik ≥ 135 mmHg atau TD diastolik ≥ 85 mmHg dibagi dalam tiga kelompok. Relaksasi otot progresif dan latihan nafas dalam dilakukan kepada dua kelompok penelitian sekali seminggu selama 4 minggu melalui instruksi yang diberikan pada CD. TD diperiksa sebelum dan setelah intervensi. TD diukur sebelum dan setelah subyek menunggu 15 menit tanpa intervensi khusus apapun pada kelompok kontrol. Hasil : setelah 4 minggu intervensi, TD sistolik kelompok perlakuan pertama rata-rata turun dari 131.3 menjadi 117,2 mmHg, nilai P = 0,001 sedangkan kelompok kedua turun dari 131,05 menjadi 120,5 mmHg, nilai P = 0,004. Pada TD diastolik turun dari rata-rata 79.2 menjadi 72.3, P = 0.001 pada kelompok pertama dan turun dari dan 80.1 menjadi 76.5, P = 0.047 pada kelompok kedua. TD pada kelompok kontrol meskipun turun, namun secara statistik tidak signifikan. Kesimpulan : Intervensi efektif dalam menurunkan TD sistolik dan diastolik pada dua kelompok hingga batas normal setelah 4 minggu. Pengaruh kedua intervensi lebih nampak pada TD sistolik dibandingkan TD diastolik. 

Sumber : Iranian Journal of Nursing & Midwifery Research. May/Jun2016, Vol. 21 Issue 3, p331-336. 6p.

24 September 2016

Persiapan Ukom D-III Keperawatan 2016

Dalam rangka menghadapi ujian kompetensi nasional bagi lulusan D-III Keperawatan tanggal 8 Oktober 2016, maka bersama ini kami sampaikan bahwa manajemen Prodi D-III Keperawatan Lawang akan mengadakan pembekalan dan bimbingan Ujian kompetensi. Adapun pembekalan dan bimbingan akan dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 1 oktober 2016 bertempat di kampus 2 Poltekkes Kemenkes Malang pkl. 09.00 WIB sd selesai. 

Kepada lulusan Prodi D-III Keperawatan Lawang yang ingin mengikuti dimohon untuk mendaftar kepada sdri Novi Susanti, Amd.Kep No HP. 0857 9096 9011.

Demikian pengumuman ini, agar dapat disebar luaskan. Tks

23 September 2016

Cara Menjadi Anggota Perpustakaan Nasional RI Online

Seringkali dosen dan mahasiswa mengeluhkan kekurangan referensi saat menyusun sebuah karya ilmiah. Tidak jarang mereka menggunakan buku-buku yang diterbitkan lebih dari 10 tahun sebagai sumber referensi mereka. Wal hasil karya ilmiah mereka menjadi kurang berbobot dan ketinggalan zaman. 

Pada era sekarang, kebutuhan akan sumber-sumber referensi menjadi sangat penting bagi seorang akademisi. Oleh karena itu, perguruan tinggi seolah berlomba di dalam melanggan jurnal-jurnal ilmiah internasional. Hampir semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, yang sudah sangat terkenal maupun tidak sudah pula melanggan internasional. 

22 September 2016

Angkat Sumpah Ahli Madya Keperawatan

Setelah menjalani wisuda bersama di GOR Kenarok pada tanggal 14 September 2016 yang lalu, hari ini Lulusan Program Studi D-III Keperawatan Lawang Poltekkes Kemenkes Malang tahun 2016 diambil sumpahnya sebagai Ahli Madya Keperawatan. Acara ini dihadiri oleh 68 lulusan, terdiri dari 65 mahasiswa beragama Islam, 2 mahasiswa beragama Kristen Protestan dan 1 mahasiswa beragama Katholik.

21 September 2016

Manajemen - Penanganan Korban Bencana

Artikel ini diambil dari tulisan dr. Syaiful Saanin, SpBS. Artikel yang sangat ringkas namun padat dan lengkap tentang penanganan korban bencana dan tindakan-tindakan pada pasien gawat darurat. Sangat cocok digunakan sebagai bacaan bagi mahasiswa keperawatan atau profesi kesehatan yang lain atau bagi praktisi di bidang emergensi dan bencana. Berikut artikelnya :

20 September 2016

Manusia Langit

Di Yaman, tingggalah seorang pemuda bernama Uwais Al Qorni yang berpenyakit sopak, tubuhnya belang-belang. Walaupun cacat, ia adalah pemuda yang sholeh dan sangat berbakti kepada ibunya. Ibunya adalah seorang tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan. 

"Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji," pinta Ibunya. Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan.

Manajemen Suhu Tubuh

Image by Freepik


Salah satu keluhan yang sering terjadi pada orang yang sakit adalah badan teraba panas. Bila badan teraba panas, dapat dipastikan bahwa suhu tubuhnya meningkat di atas normal. Suhu tubuh normal berkisar antara 36,5 – 37,5 °C tergantung dari usia seseorang. Semakin dewasa umur seseorang semakin rendah suhu normal tubuhnya.

Pada beberapa kondisi, peningkatan suhu tubuh menyebabkan kecemasan. Pada anak, peningkatan suhu tubuh seringkali menyebabkan kecemasan orang tua. Mereka menganggap peningkatan suhu tubuh sebagai penyakit serius, terlebih lagi bila panas badan yang terlalu tinggi disertai kejang-kejang.

Secara umum suhu tubuh manusia berkisar 36,5 – 37,5 °C. Gangguan suhu tubuh dapat diklasifikasikan menjadi hipotermia (<35 °C), demam (>37.5–38.3 °C), hipertermia (>37.5–38.3 °C), dan hiperpireksia (>40 –41,5 °C). Ditilik dari tingginya suhu, pada demam dan hipertermia memiliki nilai rentang suhu yang sama yaitu berkisar antara > 37.5-38.3 °C. Yang membedakan antara keduanya adalah mekanisme terjadinya. Pada demam, peningkatan suhu tubuh disebabkan oleh peningkatan titik pengaturan suhu (set point) di hipotalamus. Sementara, pada hipertermia titik pengaturan suhu dalam batas normal.

Demam memiliki pola tertentu yang mengindikasikan suatu penyakit. Demam terus-menerus (Continuous fever) memiliki pola suhu tetap di atas normal sepanjang hari dan tidak terjadi fluktuasi lebih dari 1 °C dalam 24 jam. Demam ini sering terjadi pada penyakit pneumonia lobaris, infeksi saluran kemih, atau brucellosis. Apabila fluktuasi suhu lebih dari 1 °C dalam 24 jam disebut dengan demam remitten. Demam intermitten mempunyai pola peningkatan suhu hanya terjadi pada satu periode tertentu dan siklus berikutnya kembali normal. Contohnya demam pada malaria atau septikemia.

Pada demam, peningkatan suhu tubuh dipicu oleh zat pirogen yang menyebabkan pelepasan prostaglandin E2 (PGE2) yang pada gilirannya memicu respon balik sistemik keseluruh tubuh menyebabkan efek terciptanya panas guna menyesuaikan dengan tingkat suhu yang baru. Jadi pusat pengatur suhu yang letaknya di hipotalamus sesungguhnya seperti termostat. Jika titik pengatur dinaikkan, maka tubuh menaikkan suhu dengan cara memproduksi panas dan menahannya di dalam tubuh. Panas ditahan dalam tubuh dengan cara vasokonstriksi pembuluh darah. Jika dengan cara di atas suhu darah di dalam otak tidak cukup untuk menyesuaikan dengan pengaturan baru yang ada di hipotalamus, maka tubuh akan menggigil dalam rangka untuk memproduksi panas lebih banyak lagi. Ketika demam berhenti dan pusat pengaturan suhu di hipotalamus disetel lebih rendah, maka berlaku proses sebaliknya dimana pembuluh darah akan bervasodilatasi sehingga banyak dikeluarkan keringat. Panas badan selanjutnya dilepas bersama dengan penguapan keringat. Pada hipertermia, pusat pengaturan suhu dalam batas normal yang berarti bahwa tidak ada upaya hipotalamus untuk meningkatkan suhu tubuh. Akan tetapi, tubuh kelebihan panas akibat dari retensi dan produksi panas yang tidak diinginkan.

Penyebab dari suhu tubuh meningkat tergantung dari jenisnya. Pada demam, penyebab yang paling sering adalah infeksi bakteri atau virus seperti influenza, pilek, HIV, malaria, gastroenteritis; berbagai radang kulit seperti borok, jerawat, abses; penyakit-penyakit imunologi seperti lupus eritematosus, sarkoidosis; kerusakan jaringan yang dapat terjadi pada pembedahan, hemolisis, perdarahan serebral; obat-obatan baik secara langsung seperti obat-obat progesteron, kemoterapi atau sebagai efek samping obat seperti obat antibiotik, atau akibat penghentian obat seperti pada orang yang ketagihan heroin; kanker seperti penyakit hodgkin; penyakit metabolik seperti gout, forforia; serta proses tromboemboli seperti emboli paru dan trombosis vena dalam (DVT).

Sementara itu, pada hipertermia peningkatan suhu tubuh disebabkan karena paparan panas lingkungan (heat stroke), obat-obatan, dan pemakaian alat proteksi diri. Heat stroke dapat terjadi akibat dari regangan fisik pada hari yang sangat panas. Minum terlalu sedikit, minum alkohol dan kondisi AC yang kurang juga dapat menyebabkan Heat stroke. Penyebab Heat stroke lainnya adalah medikasi, yaitu obat-obat yang dapat mengurangi vasodilatasi, keringat dan mekanisme-mekanisme kehilangan panas lainnya seperti obat-obat antikolinergi, antihistamin dan deuretik.

Hipertermia juga dapat disebabkan karena obat-obat yang menyebabkan produksi panas internal berlebihan. Berbagai macam medikasi psikotropik seperti selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), monoamine oxidase inhibitors (MAOIs), dan tricyclic antidepressants. Berbagai obat terlarang seperti amfetamin, kokain, PCP, LSD dan MDMA dapat menyebabkan hipertermia sebagai efek samping. Obat-obat anestesi seperti halotane atau reaksi terhadap obat paralitik (succinylcholine) dapat menyebabkan hipertermia malignan yaitu satu hipertermia yang jarang terjadi akibat kondisi genetik tapi dapat berakibat fatal.

Pemakaian alat proteksi diri pada pekerja industri, personel militer dan petugas pertolongan pertama juga dapat menyebabkan hipertermi. Pada kondisi tersebut, hipertermi terjadi karena penguapan yang terganggu serta meningkatnya tahanan panas di dalam alat proteksi diri. Pengaturan termoregulasi yang normal (berkeringat) pada saat mereka menjalankan aktivitasnya menjadi tidak efektif karena pada waktu yang sama mereka terus melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini diperparah dengan peningkatan lama waktu bekerja, peningkatan suhu dan kadar kelembaban lingkungan serta paparan langsung dengan sinar matahari.

Penyebab lain hipertermi tetapi sangat jarang adalah tirotoksikosis, dan adanya tumor kelenjar adrenal yang disebut pheochromocytoma, keduanya dapat menyebabkan produksi panas. Kerusakan sistem saraf pusat seperti pendarahan otak, status epileptikus dan berbagai kerusakan hiotalamus juga dapat menyebabkan hipertermi.

Akibat suhu tubuh meningkat, seseorang akan mengalami kelesuhan (lethargy), mengantuk, dan depresi. Bisa juga timbul kebingungan, rasa bermusuhan atau gejala intoksikasi. Apabila terjadi dehidrasi dapat menyebabkan mual, muntah, pusing kepala dan tekanan darah menurun. Hal ini berakibat pusing atau bahkan pingsan. Dapat juga ditemukan takikardia dan takipneu. Pada anak-anak sering mengalami kejang. Pada akhirnya organ tubuh dapat gagal sehingga berakibat tidak sadar bahkan kematian

Terlepas dari dampak yang ditimbulkan, peningkatan suhu tubuh sesungguhnya bermanfaat bagi pertahanan tubuh manusia terutama bila diketahui bahwa penyebab dari peningkatan suhu tubuh adalah infeksi. Meskipun masih kontroversial, ada keyakinan bahwa suhu dapat mempercepat reaksi immunologis sehingga akan menghambat beberapa kuman patogen. Disamping itu, suhu yang tinggi juga menyebabkan lingkungan yang tidak kondusif bagi kuman. Sel darah putih juga berproliferasi lebih cepat sehingga membantu melawan kuman-kuman patogen dan mikroba yang masuk ke dalam tubuh.

Peningkatan suhu tubuh karena demam, tidak harus ditangani. Demam sebenarnya merupakan sinyal penting yang mengindikasikan bahwa di dalam tubuh ada masalah, apalagi bila disebabkan karena infeksi. Namun bila suhu terus meningkat (di atas 42 °C), kerusakan sel dapat terjadi. Pada kondisi demikian, suhu tubuh harus diturunkan untuk mencegah terjadinya penurunan kesadaran atau kematian.

Untuk mencegah terjadinya kondisi yang membahayakan akibat suhu tubuh yang tinggi perlu diperhatikan faktor penyebabnya. Bila penyebabnya infeksi, penggunaan antibiotik akan sangat efektif untuk menurunkan suhu tubuh. Bila penyebabnya obat, pemberian harus dihentikan dan perlu diberikan obat lain yang memiliki aksi berlawanan.

Disamping mengatasi faktor penyebab, prinsip-prinsip pelepasan kelebihan panas tubuh melalui mekanisme konduksi, konveksi, radiasi, atau evaporasi perlu dilakukan. Pada lingkungan yang panas, tindakan pendinginan pasif seperti istirahat ditempat yang teduh dan sejuk dapat mengurangi panas tubuh. Demikain juga penggunaan AC dapat sangat membantu. Tindakan pendinginan aktif seperti melakukan kompres dingin di beberapa bagian tubuh seperti dahi, leher, dan ketiak juga dapat memperbaiki suhu tubuh ke rentang normal. Banyak minum dan menghidupkan kipas angin atau AC kering dapat mengefektifkan evaporasi keringat. Berendam air hangat (tepid water) atau air dingin (cool water) dapat membuang panas dengan segera. Tapi jangan menggunakan air yang sangat dingin (cold water) karena justeru menyebabkan vasokonstriksi di kulit yang justeru menghambat pembuangan panas.

Untuk medikasi, antipiretik ibuprofen cukup efektif dalam mengurangi demam pada anak-anak. Obat ini lebih efektif dibanding dengan parasetamol (asetaminofen) maupun aspirin. Oleh karena itu kedua obat ini tidak dianjurkan sebagai antipiretik pada anak-anak atau para remaja, terlebih keduanya berhubungan dengan Reye’s Syndroma yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan hati, dan bahkan kematian. (abi/asa).